Home Palu

PPDB Offline SMPN 9 Palu Dibuka Bertahap

139
Hilmi SPd, MPd. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala SMP Negeri 9 Palu, Hilmi, mengatakan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolahnya akan menggunakan dua metode pendaftaran, yakni secara online dan offline (manual).

“Untuk masyarakat yang ingin mendaftar secara offline akan dibatasi. Artinya diterima secara bertahap.  Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan yang cukup banyak di tenggah pandemi Covid-19 saat ini. Para pendaftar akan diatur jaraknya maksimal dua meter, sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan,” kata Hilmi, melalui ponselnya, belum lama ini.

Hilmi mengatakan, PPDB sesuai jadwal yang ditentukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, secara serentak dibuka pada 17 Juni- 4 Juli 2020.

“Sementara untuk PPDB secara online dapat diakses melalui website ppdb.smpn9palu.sch.id,” ungkapnya.   

Menurut Hilmi, strategi PPDB yang dilakukan oleh SMPN 9 Palu dalam mencegah penyebaran Covid-19 sudah sangat efektif diterapkan. Karena jumlah peserta didik baru yang akan diterima tahun ini cukup banyak, sekitar 352 siswa yang terbagi di 11 kelas.

“PPDB kali ini tentunya kami masih memprioritaskan siswa yang berada di empat wilayah zonasi, yakni Tatura Utara, Tatura Selatan, Birobuli Utara, dan Birobuli Selatan,” ungkapnya.

“Jadi nanti karena pendaftaran dibagi menjadi dua tahap, maka di tahap pertama masing-masing dua hari, khusus untuk wilayah Tatura Utara. Kemudian dua hari selanjutnya wilayah Tatura Selatan, setelah itu Birobuli Utara, dan terakhir Birobuli Selatan, hingga seterusnya, sampai masuk di tahap dua,” jelasnya. 

Hilmi mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini, tentu paling diutamakan adalah protokol kesehatan. Olehnya itu, SMPN 9 Palu telah menyiapkan alat-alat protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu badan, dan lainnya.

“Kami berharap setiap orang tua dan peserta didik yang datang ke sekolah untuk melakukan pendaftaran secara manual selalu menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, karena di sekolah kami protokol kesehatan lebih diutamakan,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas