Home Palu

Pendaftar Offline Lalui Tiga Pos Pemeriksaan

56
Alberts Royke Pandean. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 4 Palu sangat mengedepankan protokol Covid-19. Saking ketatnya, orang tua peserta didik yang mendaftar secara offline akan melalui tiga pos pemeriksaan suhu badan disertai dengan cuci tangan.  

Demikian dikatakan Kepala SMP Negeri 4 Palu, Alberts Royke Pandean, saat dihubungi Metrosulawesi, Jumat, 12 Juni 2020.

Roy mengatakan, untuk PPDB di sekolahnya dibuka secara online dan offline, dan tentunya sistem zonasi lebih diutamakan. Jalur lainnya seperti perpindahan, afirmasi dan prestasi, hanya melengkapi jika ada kekurangan.

“Rencananya, kuota sebanyak 352 peserta didik yang terdiri dari 11 ruangan kelas,” ungkapnya.

Menurut Roy, terkait dengan kelengkapan aturan kesehatan Covid-19 di SMPN 4 Palu sudah lengkap. Bahkan pihak sekolah telah menyiapkan tiga ruangan untuk menerima masyarakat yang mendaftar secara offline.

“Selama PPDB, panitia nantinya akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dalam melayani masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah,” katanya.

Bahkan kata Roy, ada tiga pos nanti akan dilewati orang tua. Pos pertama akan diukur suhu badan, kedua, kembali suhu badan diperiksa, dan pos ketiga, cuci tangan dan hand sanitizer

“Jadi semua ketentuan-ketentuan dari Kemendikbud RI termasuk Disdikbud Palu telah kita ikuti, dan seluruh ruangan juga sudah disiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer,” ungkapnya.

Selain itu, kata Roy, SMPN 4 Palu juga sudah siap melaksanakan pembelajaran secara daring, baik dikreasi oleh operator sekolah, maupun belajar lewat Ruang Gur. Bahkan siswa juga telah diarahkan mengikuti pembelarajan lewat TVRI dan RRI.

“Sesuai data yang kami telusuri, ada sekitar 90 persen siswa SMPN 4 Palu telah memiliki fasilitas online, 10 persennya belum memiliki sarana itu. Untuk itu, kami telah mengaturnya secara teknis dengan menyarankan untuk mencari tempat terdekat dari rumahnya. Selain itu, bisa bertemu di satu rumah yang berdekatan sebagai titik kumpul dalam belajar secara online,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas