Home Hukum & Kriminal

Miliki Sabu, Dua Pria Diamankan Polisi

145
GELAR TERSANGKA DAN BARANG BUKTI - Kapolres Palu AKBP H.Moch Sholeh, SIK, saat memperlihatkan barang bukti uang tunai yang disita dari dua pria yang diduga Bandar Narkoba jenis Sabu. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Barang Bukti Uang Ratusan Juta, Narkoba dan Mobil Fortune

Palu, Metrosulawesi.id – Satres Narkoba Polres Palu, kembali mengugkap dan menangkap dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba di jalan Veteran, Kelurahan Lasowani, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis 11 Juni 2020.

Kedua pelaku yang berhasil di berinisial STR alias Tino (40), Warga Kelurahan Kayumalue, dan rekanya WBA alias Walid (40), warga Desa Wani.

Kapolres Palu AKBP H.Moch Sholeh, SIK, dalam gelar tersangka dan barang bukti di Mapolres Palu, Jumat 12 Juni 2020, mengatakan bahwa kedua pelaku tersebut diamankanbeserta dengan barang bukti narkoba jenis Sabu dan sejumlah uang tunai.

Barang bukti yang berhasil diamnkan dari kedua pelaku berupa 2 bungkus kristal bening yang diduga berisikan narkoba jenis sabu dengan berat bruto 30,90 gram, 19 plastik klip kosong, 3 unit handphone, satu mobil merk Fortuner warna hitam, 1 buah sendok dari pipet plastik, serta uang tunai Rp.85.450.000, serta satu buah timbangan digital.

“kalaui dilihat dari barang buktinya, kedua pelakuini bukan hanya sekedar pengguna, melainkan kedua pelaku ini adalah pengedar atau bandar barang haram tersebut,” ungkapnya.

“Kami terus melakukan pendalamn terkait penangkapan ini, dan saya berpesan kepada para pengguna maupun pengedar maupun bandar Narkoba, bahwa Polres Palu akan terus mengejar para pelaku, dan tidak akan segan-segan untuk bertindak tegas,” ucap orang nomor satu di Polres Palu itu.

Informasi yang berhasil di peroleh Wartawan Metrosulawesi, bahwa dari salah satu pelaku tersebut adalah keluarga seorang ternama di salah satu lembaga negara di Sulteng, dan saat dilakukan penangkapan pelaku sempat mengakui bahwa dirinya merupakan keluarga dari oknum seorang pejabat disalah satu lembaga negara di Sulteng.

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas