Home Politik

Alimuddin: Tidak Ada Jalan Lain, Jaga Jarak

102
Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Alimuddin Paada memimpin peninjauan posko kesehatan di perbatasan. (Foto: Istimewa)
  • Tinjau Posko Kesehatan di Perbatasan

Palu, Metrosulawesi.id – Adanya sejumlah pasien baru virus corona (Covid-19) membuat para wakil rakyat di DPRD Sulawesi Tengah mengambil langkah peninjauan langsung di sejumlah pintu masuk perbatasan. Hal itu sebagai langkah pengawasan dan evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam upaya memutus mata rantai virus corona.

Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Alimuddin Paada melakukan peninjauan ke sejumlah posko gugus tugas kesehatan di perbatasan, di antaranya perbatasan pintu masuk Palu-Donggala, serta Palu-Sigi, pada Kamis 11 Juni 2020.

“Dalam kegiatan tersebut kami melihat dari dekat bagaiman petugas kesehatan memperlakukan dan melayani setiap pelintas, tak ketinggalan juga ditanyakan soal persediaan APD (alat pelindung diri) dan honor mereka. Kita tanya, apakah honor kalian lamcar?,” ungkap Alimuddin Paada.

Peninjauan itu dimulai dari perbatasan Pantoloan. Di lokasi tersebut rombongan sempat bertemu dengan masyarakat yang kesulitan untuk melintasi perbatasan Donggala-Palu. Namun berdasarkan saran dan masukan dari beberapa anggota rombongan masyarakat tersebut diizinkan melintas menuju Donggala.

Posko berikutnya yang dikunjungi yaitu posko Tawaili yang menjadi jalur ramai karena poros jalan ini merupakan jalur Trans Sulawesi dengan tujuan sejumlah daerah. Rombongan juga memberi arahan kepada seluruh petugas yang ada, baik dari Kepolisian, Dinkes, Satpol PP maupun petugas Dishub agar melakukan tugas dengan penuh sopan santun tanpa pengecualian.

Demikian pula di posko gugus tugas yang ada di Watusampu, jalur ini merupakan poros jalan yang menghubungkan sejumlah daerah, baik dari Sulbar maupun Sulsel. Di sana, para petugas juga menyampaikan harapan mereka kepada wakil rakyat.

Kunjungan rombongan Komisi IV DPRD Sulteng berakhir di posko gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sigi, tepatny di Desa Tulo Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi.

“Dari peninjuan dan dialog langsung dengan petugas serta melihat langsung kondisi di lapangan, ada sejumlah hal yang DPRD minta dibenahi, antara lain soal siapa leadernya yang bertanggung jawab dalam setiap posko sehingga tidak saling lempar tanggung jawab,” ungkap salah seorang Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah Ismail Junus.

“Perlu dibuatkan standar pemeriksaan yang baku dan sosialisasi yang masif. Kan kasihan kalau ada penumpang yang melakukan perjalanan berjam-jam, tapi disuruh balik lagi. Ini perlu kita fikirkan juga,” jelasnya Ismail Junus menyikapi banyaknya keluhan masyarakat yang hendak melintas.

“Bukan itu saja, tim kesehatan yang bertugas diwajibkan untuk dilakukan rapid tes (uji cepat), mereka juga harus dirapid karena sangat rentan,” kata Alimuddin Paada.

Anggota DPRD lainnya, Hidayat Pakamundi meminta instansi terkait perlu melibatkan perusahaan jasa transportasi seperti PO dan rental untuk ikut mensosialisasikan adanya pemeriksaan dokumen kesehatan bagi setiap penumpang.

Alimuddin pun berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah untuk memutusn mata rantai penyebaran virus corona.

“Tidak ada jalan lain, kita jaga kesehatan dan kita cegah covid dengan jaga jarak,” tegas Alimuddin Paada.

Kegiatan itu juga melibatkan hampir seluruh anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah. Mereka yang terlibat yakni Rahmawati M Nur, M Ismail Junus, Hidayat Pakamundi, Ibrahim Hafid, Winiar Lamakarate, Fairus Maskati, Nyoman Slamet, Faisal Lahaja dan Abdul Karim Aljufri, serta Sekwan Hj Tuty Zatfiana SH, M.Si,

Kunjungan ke posko gugus tugas itu diikuti pula oleh Irwasda Polda Sulteng dan Dirlantas Polda Sulteng. Ada pula pejabat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, Kepala BPBD Sulteng dan Kasat Pol PP Sulteng beserta jajarannya masing-masing.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas