Home Ekonomi

Waspadai Antrax, Disbunak Perketat Pengawasan Sulteng-Gorontalo

55
Dandy Alfita. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Adanya masyarakat yang terpapar penyakit antraks di Dusun Marisa, Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo beberapa waktu lalu. Dalam mengantisipasi hal itu, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulawesi Tengah memperketat pengawasan di pintu masuk perbatasan antara Sulteng dan Gorontalo.

Hal tersebut disampaikan Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Dandy Alfita kepada Metrosulawesi, Kamis (11/6/2020). Ia mengatakan petugas kesehatan hewan saat ini sudah berada di wilayah perbatasan untuk melakukan pengecekan.

“Jadi, dokumen yang terdiri dari surat kesehatan bagi hewan harus dilengkapi oleh pengusaha atau peternak sapi agar tidak tertahan di pintu perbatasan khususnya di wilayah Kecamatan Moutong dan Molosipat,” katanya.

Pihaknya juga menghimbau kepada pelaku bisnis tersebut supaya tidak lagi mengambil sapi dari daerah terpapar penyakit antraks. Apalagi, sapi dari daerah itu banyak masuk ke Sulawesi Tengah.

“Dokumen kita langsung periksa dan kami segera intruksi petugas kesehatan hewan agar diperhatikan pengawasan terhadap sapi. Dimana ke depan kita akan merayakan hari raya idul adha,” sebutnya.

Menurutnya, peningkatan kewaspadaan diperlukan untuk menghindari penyebaran penyakit ternak tersebut sampai di Sulteng. Selain itu, Disbunak Sulteng juga selalu memberikan sosialisasi terkait dengan penyakit antraks di hewan ternak yang sangat membahayakan jika masyarakat mengonsumsi dagingnya.

“Bagi peternak yang memiliki hewan ternak sakit segera diobati dengan menghubungi dokter hewan puskeswan karena penyakit antraks ini bisa menular ke manusia,” ujarnya.

Ia mengimbau tidak memperjualbelikan, menyembelih dan mengonsumsi ternak sakit. Begitu pun jika mengubur ternak mati dengan kedalaman lebih dua meter. ia menjelaskan penyakit antraks tersebut disebabkan oleh bakteri yang ada pada sapi.

“Segera melaporkan kematian mendadak pada sapi, kambing, kerbau atau hewan ternak lain ke petugas puskeswan,” jelasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas