Home Nasional

UTBK SBMPTN Cuma di Palu

96
Yutdam Mudin. (Foto: Dok)
  • Yutdam: Pendaftar Sudah 5.318 Orang

Palu, Metrosulawesi.id – Koordinator Humas Pusat Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTPMT) Universitas Tadulako, Yutdam Mudin, mengungkapkan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) tahun 2020 wilayah Sulawesi Tengah cuma berada di Kota Palu.

“Jadi dari 74 lokasi UTBK secara nasional, salah satunya Universitas Tadulako (Untad) yang berada di Kota Palu dengan kerjasama ruangan tiga sekolah yaitu SMK 1, SMK 2, dan SMK 3 Palu,” ungkap Yutdam, Rabu, 10 Juni 2020.

Dia mengatakan jumlah pendaftar yang akan mengikuti UTBK SBMPTN di Untad terus bertambah. Pendaftar berasal dari kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah yang akan kuliah diberbagai kampus se-Indonesia.

“Sampai siang ini, Rabu, 10 Juni, jumlah pendaftar UTBK SBMPTN sudah 5.318 orang,” ujarnya.

Yutdam menerangkan Pusat LTPMT Untad terus menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Koordinasi yang dijalin agar dalam pemeriksaan bagi peserta UTBK yang menuju Palu bisa mendapat perhatian. Petugas diharap mempermudah pemeriksaan tetapi dengan tidak mengurangi penerapan protokol pencegahan virus corona (Covid-19).

“Tadi pagi (kemarin), saya mendampingi pak Warek sudah menemui Sekretaris Kota Palu dalam rangka koordinasi,” terang Yutdam.

Dikatakan, dari 5.318 orang pendaftar UTBK, sebanyak 1.948 orang dalam kondisi kurang mampu (miskin). Hal ini diketahui karena 1.948 orang tersebut mendaftarkan diri calon penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Diketahui, KIP Kuliah merupakan program yang digagas Presden Jokowi menggantikan Bidikmisi. Dengan tujuan yang sama, KIP Kuliah diperuntukkan sebagai bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik.

“Tentu akan memberatkan apabila pendaftar dengan kondisi kurang mampu kalau harus melakukan rapid test. Tapi semua tergantung kebijakan masing-masing otonomi daerah, makanya kami koordinasikan ke Pemda,” pungkas Yutdam.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

1 COMMENT

  1. Ka bagaimana sih kebijakan pemerintah sama kami yang ingin mengikuti ujian dipalu tapi mengharuskan membawa surat keterangan rapid sedangkan kami adalah pendaftar kip kuliah uang mau ke palu saja pas-pasan terus disuruh bayar rapid lagi ka sedangkan ekenomi sekarang lagi tdk memungkinkan makasih ka mohon bantuannya

Ayo tulis komentar cerdas