Home Palu

Unismuh Palu Ragu Terapkan New Normal

85
Rajindra. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Dr Rajindra, mengungkapkan, dirinya masih mempertimbangkan untuk menerapkan new normal atau membuka kembali kampus. Hal itu disebabkan karena Kota Palu kembali mengalami peningkatan kasus virus corona (Covid-19).

Sebelumnya, Unismuh Palu rencana buka kembali pada 15 Juni 2020 dengan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat, setelah santer di media, jika Kota Palu menuju zero (nol) Covid-19, sesuai pernyataan pejabat terkait.

“ Rencana awal tanggal 15 sudah kembali buka kampus atau new normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Namun dengan adanya 16 orang di Kota Palu  yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 usai melewati rapid test, maka kembali menunggu perkembangan selanjutnya,” ungkap Rajindra, belum lama ini.

Rajindra mengatakan, penerapan new normal Unismuh Palu menunggu perkembangan dari 16 orang yang dinyatakan positif itu.  Jika mereka ini sudah kembali negatif, maka Unismuh akan kembali dibuka, tetapi jika belum, maka kampus akan mempertimbangkan.

“Saat ini kami tinggal memperkuat imun tubuh, sambil tetap menerapkan protokol kesehatan, mulai dari pemakaian masker, jaga jarak, kemudian memperbanyak tempat cuci tangan (Westafel), ” ujarnya.

Bahkan kata Rektor, kemungkinan setiap satu ruangan satu westafel. Tadinya hanya satu fakultas satu westafel, atau paling tidak satu lokal (gedung) satu westafel. Setiap orang masuk dan keluar ruangan diharuskan mencuci tangan untuk memastikan tidak ada virus menempel di tangan.

“Begitu juga waktunya, mungkin kalau ujian umpamanya memakan waktu satu atau dua jam, maka dengan kondisi covid-19 harus dikurangi, begitujuga dengan jumlah soalnya,”jelas rektor.

Protokol seperti itu, kata Rajindra, sebenarnya sudah diterapkan di kampus ini, sekalipun masih sangat terbatas. Ia mencontohkan pelaksanaan ujian proposal dan skripsi. Pesertanya masuk bertahap, dan penguji juga dibatasi, paling banyak lima orang dengan jarak antara satu penguji dengan penguji lainnya satu meter.

“Peserta diatur jamnya datang, tidak datang secara bersamaan, apalagi sampai menunggu,” katanya.

Rajindra berharap, ke-16 orang itu bisa kembali sembuh, sehingga kampus biru ini bisa kembali dibuka sebagaimana harapan semua civitas akademika Unismuh Palu.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas