Home Hukum & Kriminal

Orang Tua Murid Minta Terdakwa Dibebaskan

66
BERSIDANG DI PENGADILAN - Para saksi dan dua terdakwa dugaan tindak pidana korupsi dana pungutan uang komite SMA 1 Poso, saat menjalani sidang di PN Palu, Selasa, 9 Juni 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Sidang Dugaan Korupsi Pungutan Uang Komite SMAN 1 Poso

Palu, Metrosulawesi.id – Bermohon agar majelis hakim membebaskan para terdakwa dari jeratan hukum, itulah keinginan dan harapan dari perwakilan orang tua wali murid yang hadir menjadi saksi meringankan dalam sidang lanjutan pemeriksaan perkara dugaan korupsi penyalahgunaan pengelolaan dana komite SMA Negeri 1 kabupaten Poso tahun 2017-2018, yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, belum lama ini. Perkara dugaan tindak pidana korupsi ini menjerat Drs Hasbollah selaku Plt Kepala SMAN 1 Poso 2017/2018, dan terdakwa Drs Mustar Kolang, mantan Kepala SMAN 1 Poso.

Di hadapan majelis hakim yang diketuan Hj Aisa H Mahmud SH MH, Hendra Pradan 1 dari empat orang tua wali murid mengaku bahwa, sebagai orang tua murid, mereka tidak pernah merasa keberatan dengan uang komite yang dipungut di tempat anak mereka sekolah. 

“Bahkan itu menurut kami masih sangat sedikit yang mulia” terangnya di persidangan.

Dia mengaku, orang tua wali murid yang hadir bersaksi dihari itu adalah perwakilan dari seluruh orang tua wali murid yang anaknya bersekolah di SMA Negeri 1 Poso. Keinginan agar para terdakwa dibebaskan adalah keinginan bersama para orang tua siswa.

“Kita tidak pernah mempermasalahkan dana komite itu. Itupun kami kumpul, karena kesepakatan orang tua bersama pihak komite saat rapat-rapat digelar,” terangnya lagi, sembari mengatakan bahwa apa item yang akan dibiayai dari dana komite itu juga telah disepakati bersama.

Karena itulah saksi Hendra Pradana, yang mewakili orang tua wali murid bermohon agar majelis hakim dapat mempertimbangkan keinginan mereka dalam putusan perkara korupsi itu nantinya.

“Sekali lagi kami mohonkan yang mulia agar dua orang tua anak kami di sekolah ini bisa dibebaskan dari jeratan hukum atau perkara ini,” tutur saksi Hendra Pradana, disahuti tiga orang tua wali murid yang turut hadir bersaksi.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas