Home Palu

Masyarakat Bisa Urus KI Lewat Untad

73
PENANDATANGANAN - Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, menyaksikan penandatanganan kerjasama dibidang kekayaan intelektual melalui Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Anggoro Dasananto dengan Universitas Tadulako lewat Sentra Kekayaan Intelektual Untad, Kamis, 11 Juni 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Kemenkumham-Untad Kerjasama Bidang Kekayaan Intelektual

Palu, Metrosulawesi.id – Masyarakat Sulawesi Tengah saat ini semakin dimudahkan dalam pengurusan hak kekayaan intelektual (KI) atas suatu karya, inovasi, dan hasil penelitian. Kemudahan tersebut lewat kerjasama yang dijalin Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng dengan Universitas Tadulako (Untad) dalam bidang KI.

Penandatangan kerjasama dilakukan antara Kemenkumham Sulteng melalui Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Anggoro Dasananto dengan Untad lewat Sentra Kekayaan Intelektual Universitas Tadulako. Penandatangan disaksikan Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi dan Rektor Untad diwakili Ketua LPPM, Dr M. Rusydi, di Halaman Rektorat Universitas Tadulako, Kamis, 11 Juni 2020.

Anggoro menerangkan dengan kerjasama yang dijalin, Sentra KI Untad kini bisa menerima permohonan pengurusan hak KI dari masyarakat. Tujuannya agar semakin mempermudah masyarakat dalam mengakses perhomohan pengajuan KI.

“Sentra KI Universitas Tadulako kami berikan pasword biar bisa mengakses Sentra KI Pusat,” terang Anggoro.

Dia menambahkan khusus akademisi Untad telah mematenkan 11 hak KI atas inovasi dibidang teknologi dan penelitian. Selain itu, saat ini sekitar 15 karya ilmiah dari lingkungan Untad sedang dalam pengurusan. Sementara Kakanwil Lilik dalam kesempatannya mengatakan pengakuan atas hak kekayaan intelektual merupakan suatu keharusan.

“Intinya kami berada pada area untuk meningkatkan Universitas Tadulako agar menjadi yang terbaik, salah satunya melalui pengakuan hasil-hasil karya ilmiah. Dengan begitu, Universitas Tadulako akan menjadi rujukan karena sudah ada pengakuan,” ucap Lilik.

Hal senada disampaikan Ketua LPPM Rusydi, mewakili Rektor Prof Mahfudz. Menurutnya dengan jumlah dosen Untad yang mencapai seribuan dan 38 ribu mahasiswa, akan banyak karya-karya yang dihasilkan.

Olehnya langkah Kemenkumham Sulteng menjalin kerjasama dengan Untad dikatakan sangat tepat. Sentra KI Untad sendiri berada dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

“Sangat banyak kekayaan intlektual, hak cipta, dan kekayaan geografis kita yang mungkin belum tercatat. Karya-karya mahasiswa kita yang melakukan KKN juga belum sempat dicatatkan,” pungkas Rusydi.

Selain Untad, Kemenkumham Sulteng juga telah menjalin kerjasama dibidang KI dengan Universitas Muhammadiyah Palu yang ditandatangani kedua belah pihak pada Kamis, 11 Juni pagi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas