Home Ekonomi

Harga Bawang Merah Masih Tinggi

95
Salah satu pedagang melakukan aktivitas jual beli di pasar Tradisional Masomba. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Harga bawang merah di Kota Palu pasca lebaran 1441 hijriyah saat ini masih terbilang cukup tinggi dikisaran Rp50 hingga Rp70 ribu perkilogram. Pasalnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) hanya sekitar Rp 32 ribu perkilogram.

Nuraini, salah satu pedagang di pasar Masomba menuturkan ini terjadi karena pasokan bawang merah belum lancar diakibatkan oleh adanya pembatasan barang lintas daerah.

“Kenaikannya sejak menjelang lebaran sampai sekarang belum ada turun. Ditambah lagi dengan pembeli semakin sepi sejak adanya kenaikan,” tuturnya, Kamis (11/6/2020).

Diungkapkannya, hingga saat ini belum ada tindakan dari pemerintah terkait dengan kenaikan harga bawang merah. Sedangkan, stok hanya berasal dari Bima, Nusantara Tenggara Barat yang jalur melalui Surabaya.

“Kalau normal harganya biasa Rp30-Rp35 ribu perkilogram. Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah karena jika dibiarkan pastinya akan berdampak buruk bagi ekonomi masyarakat kecil,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah, Zainudin Hak mangatakan, harga bawang di pasar tradisional yang beredar di Kota Palu mencapai Rp 60 ribu perkilo.

“Kami mengakui harga tersebut lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah, saat ini kita sedang berupaya menurunkan harga, seperti yang terjadi terhadap Gula pasir yang sudah beransur turun harga. Pantauan kami bawang merah masih berkisar Rp 60 ribu perkilo,” tuturnya.

Zainudin mengungkapkan kenaikan harga bawang merah disebabkan oleh berkurang stok dari provinsi tetangga, seperti Sulawesi Selatan, Nusa Tengara Barat (NTB) dan Brebes Jawa Tengah.

“Stok berkurang dari Provinsi lain, apalagi dengan adanya pembatasan sosial, semankin berdampak dengan kurangnya stok di Kota Palu, ” ungkapnya.

Terkait kenaikan harga, menurut Zainudin merupakan hukum ekonomi, kalau barang kurang pasti naik. Apalagi sekarang barangnya yang kurang dari hulunya atau pemasoknya tidak cukup tersedia.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas