Home Morowali

Gratis Rapid Test, SKBS Tetap Bayar

88
RAPID TEST - Duta Wisata Indonesia Wakil Provinsi Sulteng, Enday Sudrajat Wasia melakukan pemeriksaan rapid rest di Puskesmas Bahomotefe, Kamis 11 Juni 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)
  • Pelayanan di Puskesmas Bahomotefe Sesuai Perda

Morowali, Metrosulawesi.id – Puskesmas Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali, di tengah wabah virus corona ( Covid – 19 ) merupakan satu dari beberapa Puskesmas yang ada di Morowali ikut memberi pelayanan rapid test.

Kepala Puskesmas Bahomotefe, Hartia SKM, menjelaskan bahwa pemeriksaan rapid test disesuaikan dengan surat edaran Pemerintah Kabupaten Morowali pelayanannya diberikan secara gratis. Dan masyarakat harus disertai keterangan identitas diri sebelum diperiksa.

Bila ada yang hendak melakukan pemeriksaan rapid test, menurut Hartia persyaratan-persyaratan yang harus dibawa ke Puskesmas surat keterangan dari desa yang diketahui oleh camat yakni KTP, kartu jaminan dan kartu keluarga.

“Untuk pengambilan rapid test di Puskesmas Bahomotefe ini, kami melakukannya sesuai edaran. Pemeriksaannya gratis,” terang Hartia di Puskesmas Bahomotefe, Kamis 11 Juni 2020.

Dalam prosesnya, ungkap Hartia, setelah menjalani pemeriksaan rapid test, selanjutnya masyarakat akan dibuatkan lagi Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS). Dikarenakan SKBS inilah yang memberi penjelasan hasil pemeriksaan apakah nonreaktif atau reaktif.

“Terkait dengan SKBS ini, memang kami pungut biaya. Hal ini juga sesuai dengan Perda No 2 tahun 2016 tentang retribusi pelayanan kesehatan. Selain SKBS itu, ada juga beberapa proses yang dikenakan biaya yang sesuai Perda tersebut,” ungkapnya.

Kalau diluar Perda, lanjut Hartia ada juga dikenakan biaya yakni orang baru pertama kali mendaftar sebagai pasien di Puskesmas Bahomotefe dan sifatnya hanya akan diberlakukan sekali. Selanjutnya, tidak akan dipungut lagi bila hendak mendapatkan pelayanan medis di Puskesmas nantinya. 

“Durasi waktunya selama lima tahun lamanya biaya pendafaran itu tidak akan lagi dikenakan. Sekali itu saja,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Duta Wisata Indonesia wakil Provinsi Sulawesi Tengah Enday Sudrajat Wasia menjadi pasien rapid test di Puskesmas Bahohotefe. Dia mengakui bahwa pihak Puskesmas dalam pelayanan rapid test tidak melakukan pemungutan biaya atau memberikan secara gratis.

“Iya saat saya datang menjalani rapit test tidak dipungut biaya. Tak hanya itu, dalam hal pelayanan, Puskesmas Bohomotefe juga sangat baik dan memuaskan,” papar Enday yang didampingi rekannya Abdu Rahman Pandu.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas