Home Sulteng

Belum Ada JCH Tarik Kembali Setoran BPIH

52
H Arifin. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Kanwil Kemenag Sulteng, H. Arifin, mengungkapkan, hingga saat ini, belum ada Jemaah Calon Haji (JCH) yang menarik kembali setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), meskipun pemberangkatan haji tahun ini dibatalkan.

“Belum ada JCH Sulteng yang mengusulkan untuk menarik uang setoran biaya haji,” tegas Arifin, melalui ponselnya, Rabu, 10 Juni 2020.

Menurut Arifin, jika ada JCH yang ingin membatalkan barangkat haji, harus melapor dulu ke Kemenag kabupaten/kota baru bisa dibatalkan. Namun hingga saat ini, belum ada yang mengajukan pembatalan, namun banyak JCH yang melakukan pembatalan porsi.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama RI telah mengumumkan bahwa tahun ini Indonesia tidak memberangkatkan jemaah haji ke Arab Saudi. Maka, bagi JCH yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) akan berhaji pada 1442 Hijriah atau 2021.

Kepala Bidang Penyelengaraan Ibadah Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Sulteng , H. Lutfi Yunus mengatakan, terkait dengan pembatalan itu, bagi jemaah haji yang ingin mengambil setoran Bipih, harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya harus memiliki buku rekening asli sesuai dengan nama jemaah tersebut.

Kemudian kata dia, menunjukkan bukti setoran lunas, membawa e-KTP, serta nomor telepon yang dapat dihubungi. Usulan pengambilan dana itu dilakukan ke masing-masing kabupaten atau kota.

“Dana Bipih itu bisa diambil oleh jemaah, bisa juga tidak diambil. Artinya, disimpan untuk berangkat pada 2021,” katanya.

Dikatakan, dana Bipih yang tidak diambil akan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). 

“Telah disampaikan, bahwa setoran biaya-biaya perjalanan haji atau Bipih tahun ini akan disimpan atau dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” kata Lutfi.

Lutfi mengungkapkan, biaya haji yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Ibadah Haji nantinya akan diberikan ke jemaah 30 hari sebelum berangkat ibadah haji di tahun 2021 mendatang.

“Bipih akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji, nilai manfaatnya akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah haji paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji tahun 2021,” jelasnya.

Lutfi mengimbau, jemaah haji Provinsi Sulteng tidak perlu ragu atau khawatir dengan dana Bipih yang tersimpan di BPKH. 

“Untuk tahun ini, jemaah haji Sulteng yang telah melunasi Bipih sebanyak 1.949, dari total keseluruhan 1.993 JCH. Untuk jemaah haji yang tidak melunasi sebanyak 30 orang,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas