Home Palu

Asrama Haji Penuh, Rusunawa Pantoloan Segera Difungsikan

59
PIMPIN RAPAT - Wali Kota Palu, Hidayat, didampingi Kadis Kesehatan Kota Palu, dr. Husaema, Plt. Direktur RSUD Anutapura, drg. Herry, dan Ketua Tim Survailance Kota Palu, dr. Rohmat, memimpin Rapat Bersama Satgas Covid-19 Kota Palu di Asrama Haji, Selasa, 9 Juni 2020. (Foto: Ist)
  • 34 Dirawat di Pondok Perawatan Asrama Haji
  • Dua Orang Dirawat di RSUD Anutapura
  • Lima Orang Tidak Tertampung
  • Wali Kota Harap Sinergitas Pemkot dan Masyarakat

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Palu segera memfungsikan Pondok Perawatan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang ada di Rusunawa Kelurahan Pantoloan. Ini karena Pondok Perawatan OTG dan ODP di Asrama Haji Transit Palu tidak lagi cukup menampung OTG maupun ODP baru hasil pelacakan Tim Surveillance kota Palu.

“Di gelombang kedua Covid-19 kali ini, Pondok Perawatan Asrama Haji ini full 34 kamar terisi semua, malah tidak cukup menampung. Ada dua orang kita titip di RSUD Anutapura dan lima orang belum bisa tertampung,” ungkap Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si, usai memimpin Rapat Bersama Satgas Covid-19 Kota Palu di Asrama Haji, Selasa malam, 9 Juni 2020.

Hidayat mengungkapkan , dirinya telah memerintahkan melalui rapat Satgas Rabu, 10 Juni 2020, bahwa Pondok Perawatan di Rusunawa Pantoloan akan difungsikan.

Dengan demikian, kata dia, tidak ada lagi OTG maupun ODP yang sudah reaktif hasil rapid testnya melakukan isolasi mandiri, karena itu sangat berisiko bagi keselamatan masyarakat Kota Palu.

“Pemerintah kota Palu mengambil kebijakan agar tidak ada yang isolasi mandiri, karena sangat berisiko bagi keselamatan warga kota Palu,” tegasnya.

Hidayat mengatakan, para Pelaku Perjalanan yang masuk wilayah Kota Palu tetap harus membawa hasil rapid test yang menyatakan non-reaktif dari daerah asal keberangkatannya.

“Ini dilakukan karena tercatat sekitar ribuan orang tiap hari masuk ke wilayah Kota Palu dari enam pintu masuk ke Kota Palu,” katanya.

Hidayat mengungkapkan, rapid test yang disiapkan Pemerintah Kota Palu saat ini 6.700, sebagian sudah terpakai, dan sekarang tinggal 3.026 rapid test.

“Kalau kita rapid test semua orang yang masuk wilayah Kota Palu, hanya dalam dua hari sudah habis rapid test kita,” ungkapnya.

Hidayat mengatakan kebijakan tersebut semata-mata untuk melindungi keselamatan seluruh masyarakat Kota Palu.

Karena fakta di lapangan, kata dia, didapatkan bahwa yang dirawat di Pondok Perawatan OTG dan ODP Asrama Haji yang reaktif hasil rapid testnya ada 34 orang, ditambah dua orang di RSUD Anutapura, dan lima orang belum bisa tertampung.

“Sehingga dengan segala hormat dan segala ketulusan, mohon seluruh masyarakat yang mau masuk wilayah Kota Palu harus menggunakan hasil rapid test dari daerah asal. Kalau tidak menggunakan itu, mohon maaf, jangan lagi masuk wilayah Kota Palu,” tegasnya.

Hidayat berharap agar dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19 ini masyarakat dan Pemerintah Kota Palu bersama-sama mengatasi penyebarannya.

“Jangan kita saling menyalahkan, memfitnah, dan menghujat. Kita harus bersama-sama menyatukan hati dan kebijakan kita,” lanjut Wali kota.

Hidayat menegaskan, ancaman-ancaman dari daerah terpapar Covid-19 harus diwaspadai, tetap menggunakan masker dan mengikuti semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Takut dan khawatir adalah manusiawi, tetapi kekhawatiran yang sangat berlebihan sangat berisiko terhadap daya tahan tubuh kita,” tandasnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas