Home Poso

Anak Gizi Buruk dari Poso Dirujuk ke Palu

69
Nizam, pasien gizi buruk dari Poso. (Foto: Ist)
  • Kadis: Beda Busung Lapar dan Gizi Buruk

Poso, Metrosulawesi.id – Seorang anak di Poso, Nizam (8 tahun) yang tinggal  di Kelurahan Sayo Kecamatan Poso Kota Selatan didiagnosa sebagai pasien gizi buruk. Setelah dirawat beberapa hari di RSUD di Poso, Nizam dirujuk ke RSUD Undata Palu.

Kepala Dinas Kesehatan Poso dr Taufan Karwur, M.Kes kepada wartawan Rabu 10 Juni 2020 mengatakan, setelah dilakukan penelusuran, ternyata anak tersebut ada penyakit penyerta yang menimbulkan infeksi paru-paru selanjutnya terdapat kuman.

“Itulah hasil yang dilaporkan petugas gizi kepada dinas terkait khusus yang dialami anakda Nizam, saat dirawat di RSUD pasien diberikan makanan melalui infus atau NGT, terkait penyakit penyerta yang menimbulkan infeksi paru-paru, maka disimpulkan dimana Nizam bukan menderita busung lapar,” tegasnya.

dr Taufan Karwur, M.Kes. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Dikatakan Kadinkes, kalau busung lapar merupakan kondisi yang termasuk dalam kategori gizi buruk atau malnutrisi, di mana tubuh kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini membuat seseorang rentan mengalami infeksi parah dan menderita berbagai penyakit yang dapat berujung kematian.

“Busung lapar juga bisa terjadi karena seseorang mengalami gangguan makan, mengonsumsi obat yang mengganggu penyerapan nutrisi, atau kondisi medis tertentu seperti gangguan mental, penyakit radang usus, dan kanker, sedangkan anakda Nizam mengalami penyakit penyerta yang susah masuk makanan diakibatkan infeksi paru-paru,” ungkap Taufan.

Penanganan busung lapar lanjut Taufan, tergantung pada kondisi kesehatan pasien dan tingkat keparahan kekurangan gizi yang dialami. Penanganan yang diberikan meliputi perawatan medis, pemberian nutrisi dan cairan untuk mencegah dehidrasi lingkungan yang bersih, dan layanan sosial pendukung lainnya.

Pasien busung lapar yang masih memiliki nafsu makan umumnya dapat melakukan perawatan rawat jalan. Perawatannya dapat berupa pemberian makanan yang diformulasikan khusus, serta pemantauan kondisi pasien oleh petugas kesehatan. Sedangkan pasien busung lapar dengan kondisi medis tertentu atau  tidak memilikinafsu makan, memerlukan penanganan rawat inap di rumah sakit. Selain makanan lunak atau cair, pasien ini memerlukan susu formula khusus yang dilengkapi vitamin dan mineral, serta dan pengobatan untuk infeksi atau komplikasi yang terjadi, tegasnya.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas