Home Palu

159 OTG, Tujuh Diantaranya Reaktif

57
KONFERENSI PERS - Ketua Tim Survaillance Kota Palu, dr. Rohmat Jasin, didampingi Kabag Humas Pemkot Palu, Gunawan, saat menggelar konferensi pers di Posko Induk Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Baruga Lapangan Vatulemo, Rabu malam, 10 Juni 2020. (Foto: Humaspemkot)

Palu, Metrosulawesi.id – Adanya 16 Warga di Kota Palu yang menyandang status Positif Covid-19 membuat Tim Surveillance Kota Palu berupaya melakukan tracking atau pelacakan orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 itu.

Hasilnya, ada 159 orang yang masuk dalam status Orang Tanpa Gejala (OTG), sementara yang hasil Rapid Testnya reaktif ada tujuh orang, lima orang langsung masuk pondok perawatan Wisma Haji Kota Palu, dua orang lainnya melakukan isolasi mandiri di bawah pengawasan RS Wirabuana Palu.

Pondok perawatan Wisma Haji Kota Palu saat ini menampung 34 orang warga dengan status OTG. Selain warga yang kontak dengan pasien positif Covid-19, sebagian mereka yang menjalani perawatan adalah warga yang melintas di Pos Pemeriksaan Kota Palu yang hasil rapid testnya reaktif.

Ketua Tim Surveillance Kota Palu, Dokter Rochmat Jasin, mengatakan, pihaknya terus melakukan penelusuran terhadap warga yang sempat kontak erat dengan 16 pasien positif Covid-19 itu, termasuk yang menghadiri acara pisah sambut Danrem 132/TDL serta yang sempat kontak dengan Komisioner Bawaslu RI, Dr. Ratna Dewi Pettalolo bersama dua rekannya.

“Untuk kasus ibu Ratna Dewi Pettalolo masih kita telusuri. Pasalnya yang bersangkutan sudah di Palu sejak tiga bulan lalu, ini butuh kecermatan untuk melakukan tracking,” jelas dr.Rochmat saat konferensi pers di Posko Induk Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Baruga Lapangan Vatulemo, Rabu malam, 10 Juni 2020.

Untuk sementara, hasil tracking Tim Surveilance Kota Palu pada kasus Ratna Dewi Pettalolo, ditemukan tiga anggota Bawaslu di Sulteng yang hasil Rapid testnya reaktif, mereka saat ini dirawat di Pondok Perawatan Wisma Haji Kota Palu.

Sementara untuk mengantisipasi penuhnya pondok perawatan wisma Haji, Pemkot Palu juga sudah memanfaatkan pondok perawatan Rusunawa Pantoloan.

Tahap pertama per tanggal 10 Juni 2020, Rusunawa Pantoloan Ova sudah merawat empat warga dengan status OTG, mereka adalah pelaku perjalanan yang masuk Kota Palu yang terdeteksi reaktif saat di Rapid Test di Pos Pemeriksaan Kesehatan pada perbatasan Kota Palu.

“Empat warga pelaku perjalanan yang reaktif hasil rapid testnya sudah dirawat dirusunawa Pantoloan Ova mulai hari ini,” jelas Gunawan, Kabag Humas Pemkot Kota Palu.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas