Home Politik

Kampanye Boleh Dihadiri 20 Orang

77
WAWANCARA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah Samsul Y Gafur saat wawancara di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)

Palu, Metrosulawesi.id – Salah satu tahapan pilkada yakni kampanye mengalami perubahan disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19. Kampanye pasangan calon kepala daerah tidak bisa mengumpulkan orang lebih dari 20 orang.

Anggota KPU Sulawesi Tengah Samsul Y Gafur mengatakan, kampanye tatap muka dan pertemuan terbatas yang sebelumnya bisa dihadiri sampai ratuan orang, berubah pada pilkada tahun ini. Maksimal, kata dia hanya 20 orang yang bisa berkumpul.

“Begitu dalam rancangan Peraturan KPU, paling banyak 20 orang dan tempat duduk juga harus diatur jaraknya,” kata Samsul Y Gafur yang Divisi Teknis KPU Sulawesi Tengah di Palu, Rabu 10 Juni 2020.

Karena itu, kampanye didesain melalui media daring (dalam jaringan) atau online. Artinya, peserta kampanye ikut serta mendengarkan program pasangan calon melalui online.

“Teknis kampanye nanti akan diatur dalam PKPU tersendiri,” katanya.

Begitu juga dengan kampanye debat publik yang sebelumnya digelar dalam suatu tempat dan dihadiri banyak orang. Pada Pilkada 2020 ini, sesuai rancangan Peraturan KPU, debat publik akan dilaksanakan di studio dan hanya dihadiri KPU, pasangan calon, dan tim kampanye.

“Tidak boleh dihadiri pendukung,” ujarnya.

Bahkan rapat umum, hanya bisa dilakukan melalui daring/ online atau video konferensi. Adapun alat peraga kampanye seperti baliho dan spanduk sama dengan pilkada sebelumnya. Saat ini, kata Samsul, masih ditunggu Peraturan KPU yang mengatur tentang pelaksanaan pilkada di masa bencana nonalam (pandemic Covid-19).

Menurutnya, pengaturan kampanye bakal berdampak pada tingkat partisipasi pemilih. Karena itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak, tidak hanya melimpahkan sepenuhnya kepada penyelenggara.

“Agar masyarakat mau terlibat dalam setiap tahapan pemilihan. Misalnya nanti KPU sosialisasi melalui daring atau melalui radio dan televisi, kita harapkan masyarakat berpartisipasi,” kata Samsul yang mantan anggota KPU Poso.

Selain teknis kampanye, juga bakal terjadi perubahan teknis pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara. Misalnya, kata dia semua pemilih yang datang ke TPS harus mengecek suhu tubuh sebelum masuk ke bilik suara.

“Petugas TPS harus menggunakan APD seperti masker dan pelindung wajah. Disediakan hand sanitizer di TPS dan dilakukan penyemprotan disinfektan,” kata Samsul.

Teknis lainnya yang masuk dalam rancangan PKPU adalah alat coblos yang sekali pakai, mengatur jarak bilik suara. Berikut, jumlah pemilih tak lebih dari 12 orang yang ada dalam TPS.

“Jumlah pemilih setiap TPS tidak lebih dari 500 orang. Petugas TPS harus melakukan rapid test,” urai Samsul terkait beberapa teknis pilkada yang ada dalam rancangan PKPU. Pengaturan tersebut dimaksudkan untuk melindungi penyelenggara, peserta, dan pemilih di tengah wabah Covid-19.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas