Home Poso

Warga Poso Demo, Minta Keadilan Kasus Penembakan Warga PPU

127
Massa umat Muslim yang tergabung dalam Solidaritas Muslim Poso menggelar aksi demo, Rabu 10 Juni 2020. (Foto: Ist)

Poso, Metrosulawesi.id – Ratusan massa umat muslim yang tergabung dalam Solidaritas Muslim Poso menggelar aksi demo, Rabu  10 Juni 2020.

Massa menggelar demo untuk menuntut keadilan terhadap  tiga warga Kecamatan Poso Pesisir Utara (PPU) yang menjadi korban dugaan salah tembak oleh oknum kepolisian di wilayah Kabupaten Poso.

Aksi dilakukan dalam bentuk longmarch,  menggunakan mobil pengeras suara sambil membawa bendera merah putih dan bendera tauhid berwarna hitam.

Titik aksi dimulai dari kompleks Masjid Raya Baiturrahman Poso, Jalan Pulau Natuna, menuju beberapa titik aksi lainnya. Sebut saja  depan Kantor Kejaksaan Negeri Poso, Jalan Pulau Kalimantan, depan Mako Polres Poso dan Gedung DPRD Poso.

Saat di depan Mako Polres Poso, massa aksi menyerahkan pernyataann sikap hingga menyampaikan beberapa orasinya.

Ustad Sugianto Kaimuddin selaku korlap mengatakan, jika tidak ada kejelasan hukum atas kejadian salah tembak terhadap warga Poso Pesisir, maka tidak menutup kemungkinan aksi ini akan terjadi lebih lama lagi. Selain itu, kemungkinan besar masyarakat Poso sudah tidak akan percaya lagi dengan kepolisian.

Dalam aksi ini massa meminta ketegasan keadilan bagi para korban dugaan salah tembak agar seluruh penegak hukum secepatnya menindaklanjuti kejadian tersebut, dan segera melakukan proses hukum kepada pelaku penembakan warga Poso Pesisir.

“Kami meminta ketegasan Kapolda Sulteng untuk segera melakukan penegakan hukum, memproses pelaku penembakan terhadap tiga warga yakni Qidam, Sarifudin dan Firman yang menjadi korban oleh aparat,” ucap Sugianto Kaimuddin.

Usai mendatangi markas Polres Poso, massa aksi menuju Gedung DPRD Poso untuk melanjutkan tuntutannya.

Perwakilan massa aksi antara lain kordinator Solidaritas Muslim Poso, ustadz Sugianto Kaimudin, Sekretaris Aliansi Anti Syiah/ANNAS Sulteng, Moh. Akbar Al-Haddad, Muhaimin Yunus Hadi serta keluarga Qidam Alfariski Mowance dipersilahkan memasuki ruang Banggar Kantor DPRD Poso dalam rangka untuk menyerahkan surat pernyataan sikap solidaritas Muslim Poso terkait dugaan salah tembak oknum Satgas Tinombala terhadap petani Muslim wilayah Poso Pesisir Utara.

Aksi berakhir jelang waktu dhuhur dan membubarkan diri di Masjid Raya Baitul Rahman. (*)

Reporter: Saiful  Sulayapi

Ayo tulis komentar cerdas