Home Politik

Pengamat: Partisipasi Pemilih Maksimal 60 Persen

56
Slamet Riyadi Cante. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 akan digelar pada Desember mendatang. Pengamat Politik Universitas Tadulako, Dr Slamet Riyadi, memperkirakan persentase partisipasi pemilih masksimal 60 persen. Hal ini dipengaruhi pandemi virus corona (Covid-19).

“Dengan adanya pandemi Covid-19, hampir bisa dipastikan partisipasi masyarakat untuk memilih cenderung akan menurun. Mungkin partisipasi pemilih 50 sampai 60 persen saja,” ujar Slamet kepada Metrosulawesi, Selasa, 9 Juni 2020.

Dia menilai langkah pemerintah bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tetap kukuh menggelar Pilkada tahun ini terkesan dipaksakan. Dengan melihat penyebaran Covid-19 yang masih tinggi, Pilkada seharusnya diundur tahun depan atau 2021.

Namun demikian, karena Pilkada tetap akan digelar tahun ini, KPU harus benar-benar siap sebagai penyelenggara. Salah satu upaya yang harus dilakukan memperbanyak Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lingkungan masyarakat. Tujuannya agar masyarakat tidak harus jauh saat ingin menyalurkan hak suara.

“Dalam kondisi seperti sekarang ini, banyak hal yang harus disiapkan KPU, misalnya tempat cuci tangan sesuai protokol kesehatan. Konsekuensinya memang cost (biaya) Pilkada akan menjadi lebih besar karena semua petugas juga harus dilengkapi APD (Alat Pelindung Diri),” ucap Slamet.

Mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untad itu mengatakan KPU harus bekerja keras untuk meyakinkan masyarakat agar pelaksanaan Pilkada sesuai harapan. Psikologis sebagian besar masyarakat saat ini masih tertuju untuk menghindari penyebaran virus corona yang telah menelan ribuan korban jiwa di Indonesia.

Ini menjadi tantangan besar bagi KPU yang harus mengajak masyarakat mendatangi TPS. Selain itu, KPU harus bisa memastikan masyarakat yang datang menyalurkan hak pilih aman dari paparan virus corona.

KPU juga harus mulai gencar menyosialisasikan tahapan Pilkada dan proses-proses yang berlangsung. Yang paling utama pula, masyarakat harus diyakinkan tetap aman saat mendatangi TPS.

“Tinggal mau kita lihat bagaimana desain KPU dalam pelaksanaan Pilkada untuk mencegah kerumuman masyarakat,” tandas Slamet.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas