Home Palu

Pejabat Melintas Posko Pemeriksaan Harus Rapid Test

65
BERI PENJELASAN - Wali Kota Palu, Hidayat, M.Si, saat memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Posko Induk Baruga, Lapangan Vatulemo Palu belum lama ini. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf Bj)
  • Pemkot Tempatkan Petugas Medis Jaga Malam di Pos Pemeriksaan

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota Palu, Hidayat, M.Si, menegaskan bagi setiap pejabat daerah yang akan masuk ke Kota Palu wajib memiliki keterangan hasil rapid test dari daerah asalnya, tidak terkecuali.

“Saya minta ada ketambahan petugas yang jaga malam di Posko Pemeriksaan Kesehatan di pintu masuk Kota Palu. Karena begini, kadang-kadang pejabat itu lolos saja di pos pemeriksaan, memaksakan kehendak. Kalau bisa mereka itu di rapid test. Jangan lagi diizinkan, biar siapa,” tegas Wali Kota Palu, Hidayat saat Rapat Koordinasi Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Posko Induk Baruga, Lapangan Vatulemo Palu belum lama ini.

Hidayat meminta Posko Induk Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19 mempersiapkan segala sesuatunya terkait rapid test tersebut.

“Jadi saya meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Palu untuk menempatkan petugas medis di Posko Pemeriksaan Kesehatan di pintu masuk Kota Palu yang berjaga malam hingga subuh. Sehingga yang melintas pada malam itu bisa langsung rapid test di posko pemeriksaan itu,” katanya.

“Petugas medis yang ditempatkan itu yang bisa melakukan rapid test saja, tidak usah menempatkan dokter disitu. Karena kadang-kadang para pejabat ini kan tidak bisa ditahan. Jadi saya masuk pada saat itu harus menjalani rapid test semua,” katanya.

Wali Kota Hidayat juga meminta kepada dinas terkait untuk menetapkan daerah mana saja yang jika warganya ke Kota Palu harus melakukan rapid test.

“Yang pasti Pelaku Perjalanan yang berasal dari daerah terpapar parah harus membawa rapid test, jika tidak di rapid test di posko atau pualng ke daerahnya lagi,” tegas Hidayat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Husaema mengungkapkan pihaknya menyiapkan kurang lebih 75 orang yang tergabung dalam Tim Survailance yang akan melakukan tracking (pelacakan) siapa saja orang yang pernah kontak fisik dengan 16 orang yang teridentifikasi positif Covid-19 tersebut.

“Jadi saya kembali mengimbau kepada masyarakat, siapa saja yang pernah kontak dengan 16 orang itu, segera memeriksakan dirinya atau melaporkan dirinya ke fasilitas kesehatan yang tersedia, rumah sakit atau pun Puskesmas,” katanya.

“Tiap Puskesmas ada lima orang Tim Survailance, jadi kalau di  kali 14 Puskesmas di Kota Palu, berarti ada 70 orang, ditambah dengan 5 orang Tim Survailance di Posko Induk berarti 75 orang yang akan melakukan tracking terhadap masyarakat yang pernah kontak dengan 16 orang tersebut. Ini saya perintahkan,” kata Husaema.

Mudah-mudahan, kata Husaema, dengan keaktifan masyarakat untuk memeriksakan atau melaporkan dirinya, ditambah lagi kerja-kerja posko di tingkat kelurahan, kecamatan, dan Tim Survailance di Puskesmas, tracking bisa berjalan lancar.

“Yang pasti, orang yang didapatkan dari hasil tracking akan menjalani rapid test,” katanya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas