Home Parigi Moutong

Parimo Lacak Kontak Pasien Positif Covid-19

74
Konferensi pers di Sekretariat Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Parimo, Minggu 7 Juni 2020, malam. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)
  • Lakukan Perjalanan dari Jakarta, Palu, Sampai ke Parimo

Parimo, Metrosulawesi.id – Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong melacak riwayat perjalanan dan kontak seorang pasien positif Covid-19 berinisial “J”.  Pasien tersebut diketahui melakukan perjalanan panjang dari Jakarta, Palu, sampai ke Desa Tada Selatan Kecamatan Tinombo Selatan, Parigi Moutong (Parimo).

Juru Bicara (Jubir) Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 19 (Covid- 19) Parimo, Irwan mengungkapkan, pihaknya berkoordinasi dengan Gugus Tugas Jakarta dan Kota Palu. Dia mengimbau masyarakat di Parimo tetap tenang.

Dia menjelaskan, dengan ditemukannya kasus positif Covid-19 tersebut, maka harus dilakukan pelacakan terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak fisik atau yang pernah berhubungan dengan ‘J’.

“Semua yang telah berhubungan dengan tuan ‘J’ mulai dari Puskesmans wilayah Tinombo Selatan sampai dimana dia melakukan kontak fisik maka akan dilakukan rapid test. Oleh karena itu, kami berharap, tolong kami didukung. Dalam hal ini jika ada yang sempat melihat, mendengar informasi tentang siapa-siapa yang telah kontak dengan tuan ‘J’. Mari kita bersama-sama kita menjaga jarak, yang  sudah positif kita berharap hanya sampai di situ saja, tidak bertambah dan menyebar kemana-mana,” ungkap Irwan saat konferensi pers di Sekretariat Gugus Tugas Covid- 19 Parimo, Minggu 7 Juni 2020, malam.

Kepala Dinas Kesehatan Parimo dr. Revi Tilaar, menjelaskan, sesuai KTP, ‘J’ beralamatkan di Desa Tada Selatan Kecamatan Tinombo Selatan dan mendapat konfirmasi positif dari Pusdatin Provinsi Sulawesi Tengah.

Diuraikan, pasien tersebut datang dari Jakarta dan tinggal di Jakarta kurang lebih selama 2 tahun. “J” bekerja di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat.

Selanjutnya, “J” pulang ke kampung halamannya dan pada 4 Maret 2020 tiba di Kota Palu dan ia bersama temannya.

Setelah itu kata Revi langsung dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Palu. Setelah itu, melanjutkan perjalanannya ke Desa Tada Selatan Kecamatan Tinombo Selatan.

“Pada saat itu si ‘J’ ingin kembali lagi ke Jakarta. Namun Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau lockdown sehingga si ‘J’ menunda keberangkatannya pulang ke Jakarta hingga menunggu usai lebaran Idul Fitri,” jelas Revi.

Dia melanjutkan, “melihat si ‘J” merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) itu, sehingga kami menelusuri aktivitas si “J” selama 10 hari”.

 Revi menyebutkan, bahwa ‘J’ melakukan salat Id di rumah dan bergaul dengan lingkungan sekitarnya. Selanjutnya ‘J’ berencana kembali ke Jakarta karena adanya New Normal. Maka, yang bersangkutan mengurus dokumen yang dipersyaratkan untuk masuk ke Kota Palu dan Penerbangan, salah satunya pengurusan Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS) di Puskesmas Tada. Sehingga pegawai Puskesmas Tada kata Revi mengambil suhu bandannya dan suhu bandanya si ‘J’ hasilnya rendah.

“Tanggal 2 Juni 2020 diambil suhunya, tetapi suhunya rendah. Pada akhirnya si ‘J’ berangkat ke Palu untuk persiapan ke Jakarta. Maka si ‘J’ terlebih dahulu dilakukan swab tanggal 5 Juni 2020 dan hasilnya hari ini (Minggu) Positif,” jelasnya.

“Sebenarnya memang KTP-nya Desa Tada Selatan, hanya saja dia sudah lama tinggal di Jakarta. Ada rekamannya saya simpan dan kami telusuri ternyata dia banyak bergaul di Palu. Kami akan melacak siapa siapa yang telah bergaul dengan dia, kami akan lakukan rapid test,” tutur Revi.  (zul)

Perketat Orang Masuk Parimo

SEMENTARA itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan akan lebih memperketat lagi arus orang keluar masuk ke wilayah Parigi, menyusul adanya temuan positif corona asal Desa Tada Selatan.

“Kasus Tada Selatan, membuat kita harus meninjau kembali prosedur pengawasan orang masuk ke Parigi Moutong,” ungkap Bupati Parimo. H Samsurizal Tombolotutu.

Terkait hal itu,  Bupati Tombolotutu, meminta seluruh aparat terkait, untuk memperketat pengawasan orang yang masuk ke Parigi Moutong.

Selain itu, Bupati Tombolotutu juga meminta relawan Covid – 19, di desa – desa untuk tidak lengah dan terus memantau orang – orang masuk. 

Menurut Bupati Tombolotutu, petugas pos perbatasan, maupun relawan Covid-19 di desa-desa, merupakan garda terdepan melawan pandemi virus corona.

Bupati juga menegaskan, untuk menjaga makin melebarnya wabah virus corona yang terpapar positif,  pihaknya sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS), hasil rapid tes, atau bahkan swab tes, bagi orang yang akan masuk Parigi Moutong.  (mp)

Reporter: Zulfikar, Masruhim Parukkai
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas