Home Ekonomi

Launching Ekspor Tuna dari Bandara Mutiara

64
LAUNCHING EKSPOR - Menteri KKP Edhy Prabowo, didampingi Gubernur H Longki Djanggola, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Moh Arif Latjuba, dan pejabat terkait memasang stiker usai melaunching ekspor perdana tuna Sulawesi Tengah di Halaman Kantor BKIPM Palu, Selasa, 9 Juni 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Sulteng Punya Banyak WPP

Palu, Metrosulawesi.id – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Edhy Prabowo, resmi me-launching ekspor perdana tuna segar hasil tangkapan nelayan Sulteng menuju negeri sakura Jepang. Launching berlangsung di halaman kantor Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Palu, Selasa, 9 Juni 2020.

Menteri mengatakan dengan dimulainya ekspor ikan Sulteng yang langsung lewat Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, harus menjadi pemicu semangat pemerintah daerah, nelayan dan swasta dalam menghasilkan ikan kualitas ekspor.

Menteri juga meminta pemerintah daerah setempat harus optimal memanfaatkan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Sulteng memiliki lima WPP yakni WPP 713 (Selat Makassar), WPP 714 (Selat Tolo), WPP 715 (Teluk Tomini), WPP 716 (Laut Sulawesi) dan WPP Perairan Darat (WPP-PD 421) Pulau Sulawesi.

“Wilayah penangkapan ikan Sulawesi Tengah termasuk yang paling banyak dengan potensi besar, tapi belum optimal. Kami sedang mencari cara biar bisa menjadi optimal dan bisa bermanfaat bagi masyarakat nelayan,” ungkap Edhy.

Menurutnya, lima WPP Sulteng menjadi peluang besar di tengah pandemi virus corona (Covid-19) untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan. Itu karena permintaan akan ikan di tengah pandemi Covid-19 semakin meningkat. Olehnya, apabila WPP dimanfaatkan optimal, Sulteng bisa berkontribusi mendongkrak ekonomi nasional.

Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola, mengakui pihaknya belum optimal mengelola WPP dampak keterbatasan sarana-prasarana penunjang yang terus digenjot pembagunannnya. Longki berharap menteri memberikan dukungan penuh untuk pemanfaatan sektor kelautan Sulteng.

“Kami akan semakin memberikan perhatian kepada sarana-prasarana perikanan di wilayah Sulawesi Tengah,” ucap Longki.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Moh Arif Latjuba, menjelaskan ekspor perdana Sulteng mengirim setengah ton lebih ikan tuna sirip kuning (yellowfin).

Arif menuturkan produksi ikan di wilayah Sulteng setiap bulannya paling sedikit 20 ton. Diupayakan ekspor ikan dari Sulawesi Tengah akan rutin keberbagai negara tujuan selain Jepang.

“Tapi semua tergantung nelayan untuk menyuplai hasil tangkapan untuk diekspor,” tutur Arif.

Menteri KKP dalam kesempatan ini secara simbolis juga menyerahkan sertifikat penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan (HACCP) bagi pengolah ikan dan sertifikat cara penanganan ikan yang baik (CPIB) kepada supplier, serta bantuan ikan konsumsi kepada masyarakat terdampak Covid-19. Launching tersebut rangkaian kunjungan kerjanya. Menteri juga melakukan peletakan batu pertama kolam budidaya udang vaname di Desa Sejoli, Kabupaten Parigi Moutong.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas