Home Poso

Kapal Penumpang Dilarang Bersandar di Poso

80
Nurdin Usman S.Sos,MSi. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Hingga saat ini aktivitas pelabuhan di Poso masih sepi, meskipun satu kapal perintis yakni KM Sabuk Nusantara 102 bersandar. Konon kapal perintis tersebut sudah lama tidak berlabuh dikarenakan izin pelayanan pelayaran belum dikeluarkan akibat suasana pandemi corona.

Demikian penegasan Kepala Kantor Pelabuhan Poso  Nurdin Usman S.Sos,MSi,  kepada wartawan Senin 8 Juni 2020 saat ditanya aktivitas pelabuhan Poso utamanya kapal penumpang yang melayani rute Poso ke Gorontalo.

Hal ini dilakukan kata Nurdin  guna memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran virus corona yang saat ini lagi gencar diputus mata rantainya.

“Sesuai pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan covid-19 dengan pembatasan sosial, salah satunya melakukan penutupan pelabuhan khusus penumpang mulai 22 April 2020  sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ujar Kepala Kantor  Pelabuhan (KKP) Kelas III Poso Nurdin Usman.

Nurdin  menjelaskan bahwa Kantor KKP Poso sudah menyurati Bupati Poso terkait penutupan sementara jaringan Perintis Pangkalan Pelabuhan Poso, “Dalam surat tersebut disebutkan trayek R 29 atau Sabuk Nusantara 102 trayek Poso- Touna- Bitung- Gorontalo pp belum beroperasi , begitu juga Sabuk Nusantara 38 trayek Poso- Ampana-Wakai- Malenge- Popolii-Bitung-Gorontalo pp untuk saat ini belumlah beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.

Penutupan akses masuk melalui pelabuhan ini dilakukan salah satunya akan dilakukan tes medis terkait covid-19 untuk memastikan status medis setiap orang yang akan masuk Poso melalui jalur laut  kalau sudah ada pelayaran bagi kapal penumpang. Pada kesempatan yang sama, Nurdin Usman mengingatkan kepada masyarakat yang memiliki rencana untuk berkunjung ke Poso  Jika sekiranya melalui jalur laut  dalam waktu dekat untuk menunda.

“Untuk menekan penyebaran virus corona lebih baik masyarakat mulai membatasi diri,” imbaunya.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas