Home Sulteng

Januari-Mei, Santunan JR Rp11,6 M

56
Alwin Bahar. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Pembayaran santunan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di wilayah Sulawesi Tengah dalam periode Januari-Mei 2020 telah mencapai Rp 11,699 miliar lebih. Santunan lakalantas tersebut dibayarkan oleh PT Jasa Raharja Cabang Sulteng untuk korban meninggal dunia dan biaya perawatan korban luka-luka di kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

“Khusus untuk bulan Mei 2020, santunan yang kami bayar mencapai Rp 1.673.181.471,” ungkap Kanit Operasional dan Humas Jasa Raharja Sulteng, Alwin Bahar, Senin, 8 Juni 2020.

Dia mengatakan dalam pandemi virus corona (Covid-19) saat ini, tercatat ada penurunan peristiwa lakalantas. Hal ini diyakini dampak imbauan tetap di rumah dan kerja dari rumah (work from home).

JR Sulteng sendiri telah bekerjasama dengan 22 rumah sakit (RS) di daerah ini untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum yang dijamin Undang-Undang (UU) Nomor 33 dan UU Nomor 34 Tahun 1964.

Jika ada warga yang mengalami kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit, maka korban dan keluarganya tidak perlu khawatir memikirkan biaya perawatan. Jasa Raharja akan menanggung biaya perawatan sampai dengan Rp20 juta sesuai persyaratan dan ketentuan berlaku. Sementara untuk korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta. Santunan serupa untuk cacat tetap yakni Rp50 juta.

RS yang bekerjasama dengan Jasa Raharja (JR) merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta. Khusus wilayah Kota Palu, hampir semua RS telah bekerjasama dengan JR.

Kerjasama dengan RS terus diperkuat untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Tujuannya agar masyarakat bisa fokus menjalani perawatan tanpa memusingkan biaya perawatan.

Alwin mengaku prihatin atas peristiwa lakalantas yang masih harus menjadi perhatian semua pihak. Jasa Raharja mengharapkan masyarakat Sulawesi Tengah harus lebih hati-hati dalam berlalu lintas.

“Kita sangat prihatin, apalagi sebagian besar korban masih usia-usia produktif,” pungkas Alwin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas