Home Poso

Duka Bocah Gizi Buruk di Poso

111
Nizam bocah 8 tahun asal Kabupaten Poso yang didiagnosa menderita penyakit gizi buruk, saat ditemani ayahnya Virmawan di RSUD Kabupaten Poso. (Foto: Istimewa)
  • SKTM Tak Bisa Membantu, Disarankan Ikut BPJS Mandiri

Poso, Metrosulawesi.id – Keterbatasan biaya berobat, seorang anak bernama Moh. Nizam, bocah 8 tahun terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso yang didiagnosa menderita penyakit gizi buruk dan hingga saat ini masih sangat membutuhkan bantuan.

Orang tuanya yang sehari-hari hanya bekerja sebagai petani, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Putra dari pasangan Virmawan dan Wati yang bermukim di Kelurahan Sayo, Kecamatan Poso Kota Selatan ini sudah sekitar 14 hari dirawat di RSUD Poso.

Saat dikonfirmasi Metrosulawesi melalui sambungan telepon, Selasa, 9 Juni 2020, Virmawan, ayah Nizam mengatakan, dia dan istrinya membawa anaknya ke Rumah Sakit hanya bermodal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) lantaran melihat kondisi anaknya semakin hari semakin lemah.

“Kalau dikasih makan, Nizam selalu muntah dan semakin hari menurun kondisi tubuhnya. Sudah dua kali ini kita bawa Nizam ke RS dan hanya menggunakan Surat keterangan tidak mampu,” tuturnya.

Virmawan mengatakan, pihak RSUD Poso tidak bisa menangani Nizam karena terbatasan peralatan. Menurut pihak rumah sakit, Nizam harus dirujuk ke rumah sakit di Palu.

“Namun, karena keluarga hanya menggunakan SKTM itu menjadi terkendala pengobatan Nizam untuk dirujuk ke Kota Palu,” kata Virmawan.

“Ini yang menjadi masalah. Pihak RS Poso bilang tidak bisa terima kalau pakai SKTM. Harus BPJS Kesehatan jika berobat di Palu,” tambahnya.

Virmawan mengaku sangat mengkhawatirkan anaknya itu. Apalagi sudah dua bulan berobat di RS Poso, namun tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.

“Sudah dua bulan kondisi anak saya seperti ini,” ungkapnya.

Dirinya menanyakan ke pihak RSUD Poso perihal tindakan yang harus diambil agar pengurusan anaknya untuk berobat dipercepat. Tetapi, Virmawan hanya dianjurkan menggunakan BPJS klaster Mandiri.

“Mereka bilang bisa pakai JKN-KIS, tapi lama prosesnya kalau yang tidak bayar, maka dari saran itu BPJS langsung saya urus, tapi nanti tanggal 17 Juni keluar, ditambah lagi dengan keadaan sekarang ini karena wabah Covid, sedangkan kondisi anak saya sekarang ini sudah semakin menurun,” ungkapnya.

Nizam yang berumur 8 tahun ini hanya bisa terbaring lemah. Virmawan dan Wati selaku orang tua Nizam sangat berharap uluran tangan dari pemerintah dan dermawan untuk biaya berobat anaknya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas