Home Palu

Bandara Mutiara SIS Aljufri Diusulkan Menjadi Bandara Internasional

66
FOTO BERSAMA - Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola, foto bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo di Palu, Selasa, 9 Juni 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola, mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan Bandar udara Mutiara Sis Aljufri menjadi Bandara internasional. Tujuannya agar operasional Bandara Mutiara bisa dikembangkan, salah satunya untuk ekspor perikanan.

“Pemerintah Provinsi Sualwesi Tengah telah mengusulkan peningkatan status bandara Mutiara Sis Aljufri Palu dari domestik menjadi internasional kepada bapak Presiden melalui Bappenas untuk mendukung aktivitas perdagangan Sulteng ke luar negeri. Dengan meningkatkan status tersebut maka bandara Mutiara Sis Aljufri dapat menjadi salah satu alternatif pintu ekspor perikanan Sulawesi Tengah,” ungkap gubernur dihadapan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo di Palu, Selasa, 9 Juni 2020.

Longki menerangkan Sulawesi Tengah dengan luas perairan laut mencapai lebih dari 193 ribu Km persegi, panjang garis pantai sejuah lebih dari 6 ribu Km dan 1604 pulau, produksi perikanan tangkap Sulteng per tahun 2019 menembus lebih dari 196 ribu ton dan perikanan budidaya lebih dari 964 ribu ton.

“Potensi kelautan dan perikanan Sulawesi Tengah sangat menjanjikan untuk dikembangkan,” ucap gubernur.

Dia membeberkan Sulteng saat ini mengalami penurunan ekspor ikan dari Kabupaten Banggai seperti kerapu, kepiting, dan prodak olahan frozen. Olehnya dengan diusulkannya Mutiara Sis Aljufri menjadi Bandara internasional dan telah dimulainya ekspor perdana bisa memicu semangat meningkatkan espor perikanan Sulteng.

Sulteng kata gubernur selayaknya sudah harus memproduksi benih untuk kebutuhan sektor budidaya ikan. Untuk mewujudkannya, Longki berharap dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Saya juga berharap semua pengusaha perikanan Sulawesi Tengah agar terus meningkatkan kualitas produksi, baik produksi hasil tangkapan, budidaya, maupun olahan dalam rangka memenuhi standar kebutuhan pangan dan kualitas ekspor,” ujar gubernur.

Pengusaha yang telah memiliki pengolahan ikan kualitas ekspor harus mengekspor melalui pintu ekspor Sulteng. Longki menambahkan ia telah meneken keputusan gubernur tentang tim terpadu akselerasi kinerja ekspor perikanan Sulteng. Tujuannya untuk memastikan ikan Sulteng tidak ekspor melalui provinsi lain.

“Insyaallah, dalam waktu dekat juga akan menugaskan tim terpadu untuk menyusun rencana aksi dalam percepatan program ekspor Sulteng. Mari kita senantiasa mendukung dan mengapresiasi upaya pemerintah dalam melaksanakan akselerasi kinerja ekspor di Sulawesi Tengah,” pungkas Longki.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas