Home Nasional

Warga Palu Terlantar di Pelabuhan Kariangau Dipulangkan

97
Calon Penumpang asal Palu yang tertehan di Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Kalimantan Timur. Mereka tertahan lantaran tidak mempunyai biaya jalani rapid test. (Foto: Ist/ Dok. Disway Kaltim)
  • Wali Kota Balikpapan Bantu Rapid Test dan Gratiskan Naik KM Tuna

Balikpapan, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota Palikpapan, Kalimantan Timur, akhirnya memberikan rapid test kepada 10 warga asal Palu, Sulawesi Tengah, yang terlantar di Pelabuhan penyeberangan  Kariangau, lantaran tidak punya uang untuk menjalani rapid test.

Warga Palu yang ditampung  di ruang tunggu pelabuhan Feri Kariangau,  terdiri atas empat pria, tiga wanita dan tiga anak-anak. Mereka tertahan sejak 3 Juni 2020 lalu, lantaran tidak memiliki surat keterangan rapid test.

Disadur dari laman diswaykaltim.com, Wali Kota Balikpapan, Rizal Efdendi, menuturkan pihak memberikan bantuan rapid test kepada warga Palu yang tertahan Pelabuhan Feri Kariangau.

‘’Kami sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan Kaltim untuk bantu rapid test,” ujar Rizal Effendi.

Ia menegaskan kasus ini hanya pengecualian. Tidak diberikan kepada warga lain.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan Andi Sri Juliarty menerangkan, pengecualian diberikan lantaran kondisi para calon penumpang tersebut.

“Tapi ini tidak berlaku bagi yang lain ya. Ini pengecualian saja,” jelas Sri Juliarty sembari menambahkan permasalahan ini dilaporkan kepada Tim Gugus Tugas Kaltim dan Palu.

Saat dilakukan rapid test oleh Puskesmas Kariangau, mereka dinyatakan non reaktif. Dengan adanya hasil rapid test ini, bisa dipastikan warga Palu yang telantar sepekan ini akan berangkat pada Senin (8/6) malam.

Diwartakan sebelumnya, sebanyak 10 orang yang hendak pulang ke Palu, Sulawesi Tengah, tertahan  di Pelabuhan Penyebrangan Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur. Mereka  tertahan lantaran  tak punya uang untuk jalani rapid test.

Warga asal Palu ini,  tiba  di Pelabuhan Kariangau, Rabu (3/6/2020) siang dan berencana berangkat ke Palu sesuai jadwal keberangkatan kapal feri pada Kamis (4/6/2020).

“Tapi enggak jadi berangkat, karena tidak punya uang buat rapid test,” ungkap Kepala Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Balikpapan, HMT Manalu.  

Sebagai informasi, hasil rapid test menjadi salah satu syarat seseorang boleh naik ke kapal di Pelabuhan Kariangau.

Ke-11 warga ini, kata Manalu, pekerja di perkebunan sawit dan sebagian lain kerja serabutan. Sejak ada wabah virus corona, mereka tak bekerja lagi.

“Katanya di PHK. Jadi enggak punya uang,” terang dia.

Diketahui, besaran biaya rapid test secara mandiri di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, sebesar Rp 410.000. Kondisi para warga ini terdokumentasi dan menyebar di media sosial. Akun Facebook bernama Moh Ismail menyampaikan keluhan dengan postingan di Facebook.

“Tolonglah rombongan kami. Kami tidak punya uang untuk melakukan rapid test. Sudah mau satu minggu kami tinggal di Pelabuhan Kariangau. Kami harap tanggapan dari pemerintah kota di Palu. Tolonglah pak gubernur atau wali kota, kami warga Sei, warganya komiu ranga. Bantulah kami biar kami bisa pulang ke Palu,” kata salah satu orang yang tertahan di Pelabuhan Kariangau Balikpapan.

Manalu mengatakan, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendy sudah menginstruksikan Dinas Perhubungan Balikpapan untuk menindaklanjuti masalah warga Palu yang tertahan di pelabuhan.

‘’Warga asal Palu itu berencana diberangkatkan sekitar 17.00 Wita menggunakan KM Tuna ke Palu. Kami bersama camat dengan kepolisian, tadi sudah ketemu mereka di pelabuhan dan siap berangkat ke Palu, gratis,” sebut Manalu. (*/is)

Ayo tulis komentar cerdas