Home Parigi Moutong

Pansus Covid-19 DPRD Parimo Tolak Retribusi Pembuatan SKBS

91
Suasana rapat kerja Pansus Covid-19 DPRD Parimo dengan Dinas Kesehatan Parimo, di ruang rapat DPRD Parimo, Kamis (4/6/2020). (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo,  Metrosulawesi.id – Pansus Covid-19 DPRD Parigi Moutong (Parimo) menolak dan mendesak Dinas Kesehatan Parimo mencabut surat edaran pemberlakuan retribusi pembuatan Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS). Penolakan pansus tersebut disampaikan saat dilakukan rapat kerja Pansus Covid-19 dengan pihak Dinas Kesehatan di DPRD Parimo, Kamis (4/6/2020).

Ketua Pansus Covid-19 DPRD Parimo, Sutoyo, menegaskan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, agar segera mencabut surat edaran SKBS dan tidak memberlakukan Perbub 2019 di masa merembaknya pandemi Covid-19.

Sutoyo yang juga Ketua Fraksi NasDem ini, menuturkan, meminta ketegasan dari pemerintah untuk menyikapi keputusan Pansus Covid-19 DPRD Parimo untuk mencabut surat edaran tentang retribusi pembuatan SKBS.

‘’Melihat kondisi masyarakat saat ini, Pansus Covid-19 menginginkan  pembayaran administrasi pada pembuatan SKBS dihentikan dan dihapuskan,’’ tegas Sutoyo.

Penolakan atas retrisbusi pembuatan administrasi SKBS juda disampaikan Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto. Pemerintah Daerah tidak perlu membebani masyarakat untuk melakukan pembayaran dalam pembuatan SKBS. Sebab,  di dalam Anggaran Penaganan Covid-19  sebesar Rp. 26 Miliar itu, disitu sudah ada biaya untuk pembelian alat tulis dan dana operasional rutin.  

“Jelas, DPRD Parimo tidak menyetujui adanya kebijakan pemberlakuan retribusi untuk SKBS di Parigi Moutong. Karena dalam situasi pandemic Covid-19.  kita kasian dengan masyarakat.’’ Tukas Sayutin.

Lantas apa sikap Dinas Kesehatan Parimo? Kepada Dinas Kesehatan Parimo, dr. Revi Tilaar mengungkapkan, pihaknya siap mencabut surat edaran tersebut. Namun pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Bupati Parimo,

“Selaku Kepala Dinas Kesehatan Parimo siap mencabut Surat Edaran tersebut. Akan tetapi dirinya berkoordinasi dulu dengan pemangku kebijakan dalam hal ini Bupati Parimo. Dan Insya Allah Besok (Jumat 5 Juni 2020) kami akan menjelaskan apa hasil koordinasi kami dengan  Bupati,” tutupnya dengan singkat. (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas