Home Pendidikan

Dikbud Siapkan Skenario New Normal Pendidikan

96
Irwan Lahace. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulteng tengah menyusun sejumlah skenario new normal di bidang pendidikan. Kadis Dikbud Sulteng H Irwan Lahace mengatakan, telah meminta setiap bidang di instansi yang dipimpinnya untuk menyusun proses pembelajaran di era new normal.

Seperti apa skenario itu? Irwan Lahace mengatakan berdasarkan diskusi dengan pejabat Kemendikbud ada usulan-usulan dari daerah, seperti perlunya pembagian rombongan belajar (rombel).

‘’Kalau dalam satu rombel 30 sampai 36 orang dibagi dua untuk menjaga jarak,’’ kata Irwan kepada koran ini, Rabu 3 Juni 2020.

Kemudian adanya usulan pembelajaran kelas satu selama satu minggu, sehingga guru yang datang hanya yang mengajar kelas satu.

‘’Jadi tidak semua guru datang. Adapun guru yang datang kalau ada tugas,’’ katanya.

Diusulkan juga dalam diskusi virtual itu bahwa guru yang usianya di atas 50 tahun tidak mengajar secara face to face. Pertimbangannya bahwa di usia itu rentan tertular virus corona.

‘’Maka diusulkan hanya guru di bawah 50 tahun untuk face to face. Sedangkan yang di atas 50 tahun pembelajaran dilakukan secara virtual,’’ jelas Irwan Lahace.

Irwan mengatakan di Sulteng cukup banyak guru yang usianya di atas 50 tahun. Dia mendukung adanya usulan bahwa guru-guru di usia itu cukup menyiapkan surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa yang bersangkutan sehat sehingga bisa melakukan pertemuan secara face to face dengan siswa.

Ditanya kapan penerapan new normal bidang pendidikan, Irwan mengatakan belum ada keputusan dari pemerintah pusat. Pemerintah dipastikan akan mempertimbangkan secara matang untuk memberlakukanya. Karena dikhwatirkan akan terjadi penularan baru bila tidak ada persiapan matang.

Bahkan sekolah yang berada di daerah-daerah zona merah, kuning, dan oranye harus mendapat persetujuan dari pemerintah. Meskipun sekolah itu berada di zona hijau, karena belum ada keputusan dari pemerintah, dari ketua gugus tugas, tetap menunggu edaran dari Menteri pendidikan secara teknis untuk pelaksanaan pendidikan di era new normal.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas