Home Sulteng

Keluar Daerah Harus Bebas Covid-19

59
TINJAU POSKO - Sekdaprov Sulteng, HM Hidayat Lamakarate meninjau posko rapid test yang didirikan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulteng, Selasa 2 Juni 2020. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Gugus Tugas Provinsi Sulteng Dirikan Posko Rapid Test

Palu, Metrosulawesi.id – Pelaku perjalanan ke luar daerah wajib memiliki hasil rapid test atau swab PCR, sebagai bukti bebas covid-19. Ini diputuskan dalam rapat yang dipimpin Gubernur H Longki Djanggola bersama Forkopimda Sulteng, kepala bandara serta perwakilan maskapai pada tanggal 29 Mei 2020 lalu.

Karena itu, Selasa 2 Juni 2020, Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulteng mendirikan posko pelayanan rapid test di halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng. Posko itu untuk melayani pelaku perjalanan ke luar daerah khususnya dari kalangan ASN, TNI/Polri, BUMN, legislatif dan eksekutif.

Sekdaprov Sulteng selaku Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulteng, HM Hidayat Lamakarate meninjau posko tersebut, Selasa 2 Juni 2020. Saat itu dia Hidayat didampingi Kadis Kesehatan Sulteng, Reny A. Lamadjido, dan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi, dr Jumriani.

Hidayat meminta aparat negara yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah agar memanfaatkan posko tersebut. Syarat memeriksakan diri di posko yakni menunjukkan surat tugas perjalanan dinas dari instansi asal.

“Ini merupakan langkah gugus tugas provinsi untuk memberikan fasilitasi ke ASN yang akan bepergian ke luar daerah,” kata Sekdaprov.

Kadis Kesehatan Sulteng, Reny Lamadjido menginformasikan bahwa posko juga melayani rapid test untuk ibu hamil yang sudah dekat waktu melahirkan. Sebab syarat persalinan normal harus menunjukkan bukti bebas covid-19. Syarat rapid test bagi ibu hamil lanjut adalah menunjukkan surat pengantar dari puskesmas.

Terkait sampai kapan pelayanan posko maka kadis mengatakan bahwa gugus tugas provinsi akan terlebih dahulu mengevaluasi hasilnya setelah 3 minggu.Di samping itu, untuk menjaga kualitas hasil pemeriksaan maka pelayanan dibatasi hanya 30 orang per hari.

“Tetap antisipasi, waspada dan jangan panik,” kata Kadis. (ril/*)

Ayo tulis komentar cerdas