Home Sulteng

Bipih Bisa Diambil, Bisa Tidak

63
H. Lutfi Yunus. (Foto: Istimewa)
  • JCH Sulteng Diimbau Tidak Khawatir

Palu, Metrosulawesi.id – Indonesia tahun ini tidak memberangkatkan jemaah haji ke Arab Saudi. Maka, bagi jamaah calon haji (JCH) yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) akan berhaji pada 1442 Hijriah atau 2021.

Kepala Bidang Penyelengaraan Ibadah Haji dan Umrah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, H. Lutfi Yunus mengatakan, terkait dengan pembatalan itu, bagi jemaah haji yang ingin mengambil setoran Bipih, harus memenuhi persyaratan di antaranya harus memiliki buku rekening asli sesuai dengan nama jemaah tersebut. Kemudian menunjukkan bukti setoran lunas, membawa e-KTP serta nomor telepon yang dapat dihubungi. Usulan pengambilan dana itu diusulkan ke masing-masing kabupaten atau kota.

“Dana Bipih itu bisa diambil oleh jemaah, bisa juga tidak diambil. Artinya, disimpan untuk berangkat di tahun 2021,” katanya saat dihubungi Metro Sulawesi, Selasa, 2 Juni 2020.

Dikatakan, dana Bipih yang tidak diambil akan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Hajj (BPKH).

“Telah disampaikan, bahwa setoran biaya-biaya perjalanan haji atau Bipih tahun ini, akan disimpan atau dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” kata Lutfi.

Kata Lutfi, biaya haji yang dikelola oleh badan penyelenggara ibadah haji, nantinya akan diberikan ke jemaah 30 hari sebelum berangkat ibadah haji di tahun 2021 mendatang.

“Bipih yang akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh badan pengelola keuangan haji, nilai manfaatnya akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah haji paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji tahun 2021,” jelasnya.

Lutfi mengimbau, jemaah haji Provinsi Sulteng tidak perlu ragu atau khawatir dengan dana Bipih yang tersimpan di BPKH.

“Untuk tahun ini jemaah haji Sulteng yang telah melunasi Bipih sebanyak 1.949, dari total keseluruhan 1.993. Untuk jemaah haji yang tidak melunasi ada sebanyak 30 orang,” ungkapnya.

Lutfi mengatakan, di balik pembatalan tersebut, ada hikmah bagi jemaah haji, karena dari sisi manasiknya jemaah dapat lebih matangkan.

“Artinya di 2021 jemaah haji sudah lebih siap dan lebih matang dalam manasik haji tersebut,” ujarnya.

Kata dia, dengan pembatalan ini jemaah haji harus lebih bersabar, karena ini demi keselamatan dari para jemaah. Sebab pemerintah berfikir lebih baik mencegah, dari pada nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bagi jemaah itu sendiri.

Menurut Lutfi, bukan hanya jemaah haji yang batal berangkat tahun ini, tetapi petugas haji daerah juga demikian batal berangkat.

Menteri Agama, Fahcrul Razi, membatalkan pemberangkatan JCH Indonesia tahun ini. Pembatalan ini terkait dengan keselamatan jamaah karena pandemi Covid-19 yang masih mewabah.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas