Home Nasional

Jokowi: Kita Harus Optimistis

71
HARLAH PANCASILA - Gubernur H Longki Djanggola mengikuti upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila secara virtual di kantor Gubernur Sulteng, Senin, 1 Juni 2020. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Gubernur Ikuti Peringatan Harlah Pancasila secara Virtual

Palu, Metrosulawesi.id – Di tengah pandemi Covid-19 upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila secara nasional dilakukan secara virtual, Senin, 1 Juni 2020. Gubernur Sulteng H Longki Djanggola mengikuti upacara secara virtual itu di ruang video conference kantor Gubernur Sulteng.

Terlihat Gubernur mengenakan pakaian resmi jas serta kopiah menghadap layar televisi yang menyiarkan upacara di Istana Negara. Presiden RI Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara. Sedangkan pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR RI, Bambang Susatio; pembacaan teks UUD 1945 oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani; seda pembaca doa oleh Menko PMK dan SDM, Muhajir Effendi.

Peringatan hari lahir Pancasila tahun ini mengambil tema: ”Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju”. Presiden RI Ir. Joko Widodo dalam amanatnya mengatakan, hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2020 diperingati dalam suasana dan kondisi keprihatinan akibat musibah Virus Corona yang menimpa bangsa kita.

Menurut Presiden musibah itu merupakan ujian terhadap daya juang kita, kebersamaan dan rasa gotong royong kita.

”Kita bersyukur bahwa Pancasila menjadi bintang penjuru untuk memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan kita,” kata Presiden.

Karena itu, Presiden meminta nilai-nilai luhur Pancasila harus terus hadir dalam setiap sendi-sendi kehidupan berbangsa.

”Kita harus melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan, suku, Ras dan agama,” kata Presiden.

”Kita harus mampu keluar dari masa yang sulit ini. Bukan hanya negara kita tetapi bersama 215 negara lainnya dan kita harus yakin dan optimis keluar jadi pemenang, dan kita tidak boleh berhenti untuk berinovasi,” lanjutnya.

Presiden mengajak semua komponen bangsa untuk terus memperkokoh persaudaraan dan persatuan dan peduli terhadap sesama.

Presiden memprediksi situasi sulit akan dihadapi rakyat Indonesia pada tahun 2020 dan tahun depan, 2021. Jokowi menyebut masyarakat perlu daya juang menghadapi Covid-19.

“Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah, tahun ini atau bahkan tahun depan situasi yang sulit masih akan kita hadapi, situasi yang memerlukan daya juang kita sebagai bangsa,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan seluruh lapisan masyarakat perlu kerja keras agar dapat melewati masa-masa sulit ini.

Jokowi mengajak penyelenggara di pusat sampai daerah terus berpihak kepada masyarakat. Terutama, kepada masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan akibat Corona.

“Tidak henti-hentinya saya mengajak seluruh penyelenggara negara, dari pusat sampai ke daerah untuk terus meneguhkan keperbihakan kita kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” ujar Jokowi. (*)

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas