Home Palu

Dinkes Buka Layanan Rapid Test Setiap Hari

157
ALAT RAPID TEST - Kadis Kesehatan Sulteng, dr. Reny Lamadjido, menyerahkan 1.000 Kit Rapid Test kepada Pemerintah Kota Palu yang diterima kepala Dinas Kesehatan Kota Palu diwakili dr. Rohmat, selaku juru bicara Covid -19 Kota Palu, Ahad 31 Mei 2020. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • 61 Pasien Corona Berhasil Disembuhkan

Palu, Metrosulawesi.id – Gugus Tugas Covid -19 Provinsi Sulawesi Tengah, diwakili Kadis Kesehatan dr. Reny Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, Selaku Wakil Sekretaris Gugus Tugus, menyerahkan 1.000 Kit Rapid Test kepada Pemda Kota Palu, Ahad 31 Mei 2020.

Pada kesempatan itu teknis pelaksanaan rapid Tes di kota palu sepenuhnya di laksanakan Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Kesehatan.

dr. Reny Lamadjido, menyampaikan, untuk menindaklanjuti hasil rapat  teknis dan rapat Forkopimda plus yang dipimpin gubernur, maka disepakati sasaran pelaksanaan rapid test, yakni: Ibu Hamil yang sudah menjelang waktu melahirkan. Pelaku Perjalanan yang mempunyai Surat Tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwewenang untuk PNS, BUMN, Legislatif dan Yudikatif.

Selanjutnya, masyarakat yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien konfirmasi positif dan belum pernah di lakukan pemeriksaan. Pelaku Perjalanan yang tiba di Ibu Kota Provinsi baik melalui Pelabuhan Udara dan Laut yang surat keterangan rapid test-nya sudah kedaluwarsa atau belum dilakukan pemerisaan rapid test.

Reny mengatakan, pelaksanaan rapid test dilakukan di Posko Gugus Tugas Covid-19 yaitu di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng di Jln
RA Kartini No.11 Palu. Pelayanan dibuka mulai Selasa hari ini, pukul 09.00-12.00 Wita. Selanjutnya buka setiap hari kerja Senin hingga Sabtu.

Sementara itu, update data Covid-19 Sulteng hingga Senin 1 Juni 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Sulteng mencapai 128 kasus. Sebanyak 61 di antaranya sudah berhasil disembuhkan.

Juru Bicara Pusdatina Sulteng, Haris Kariming mengatakan, orang dalam pemantauan (ODP) hingga Senin sebanyak 302 orang, sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 15 orang.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas