Home Palu

Persoalan Air di Huntap Harus Selesai

80
RAKOR DARING - Wali Kota Palu, Hidayat, M.Si, saat melakukan Rapat Koordinasi secara daring bersama Yayasan Buddha Tzu Chi melalui Video Conference pada Kamis, 28 Mei 2020 di ruang kerja Wali Kota Palu. (Foto: Humaspemkot)

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota Palu, Bpk. Drs. Hidayat, M.Si mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) secara daring bersama Yayasan Buddha Tzu Chi melalui Video Conference pada Kamis, 28 Mei 2020 di ruang kerja Wali kota Palu.

Rapat yang juga diikuti oleh pihak BP2W provinsi Sulawesi Tengah ini membahas tentang Hunian Tetap (Huntap) I Kelurahan Tondo atau Perumahan Cinta Kasih Palu yang merupakan bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Dalam kesempatan ini Wali kota menegaskan agar pihak terkait mempertimbangkan betul persoalan air di lokasi Huntap sebelum para penyintas bencana di Kota Palu menghuni rumah tersebut.

“Saya tekankan air di Huntap harus jalan satu kali 24 jam,” ucapnya.

Menurut Kepala BPBD Kota Palu, Ir. Singgih B. Prasetyo, M.Eng.,SC, saat ini sudah 159 unit yang telah diserahkan kuncinya kepada para calon penghuni Huntap, termasuk 20 KK yang sebelumnya telah diizinkan untuk menghuninya.

“Target kita akan memberikan kunci 550 unit Huntap. Namun belum ada rencana lagi,” katanya.

Singgih mengimbau agar masyarakat penghuni Huntap untuk menjaga dan merawat keindahan serta kebersihan lingkungan Huntap, termasuk tidak mengubah sedikitpun bentuk bangunan Huntap.

Sebelumnya, Hidayat  juga meminta kepada semua warga yang terdampak bencana alam gempa bumi, tsunami, likuefaksi, yang berada di wilayah zona merah, seperti di Petobo, Balaroa dan pesisir pantai harus menentukan sikap terkait Hunian Tetap (Huntap).

Hidayat berharap akhir Mei 2020 ini sudah ada sikap resmi warga, sebab jika tidak ada kepastian, tentunya warga tersebut tidak akan mendapatkan apa-apa lagi dari pemerintah pusat melalui dana APBN Satker Perumahan.

“Tentunya bagi warga yang telah menentukan sikap dengan menentukan pilihan untuk dibangunkan Huntap Mandiri, tentunya juga sudah melalui kajian, sebab di lokasi lahan yang akan dibangun Huntap Mandiri harus ada akses jalan, ketersediaan air, dan sarana listrik,” demikian kata Wali Kota Hidayat saat memimpin Rapat Koordinasi tentang Keberadaan Status Tanah yang akan dibangun Huntap Mandiri beberapa waktu lalu.

Kata dia, tanah yang nantinya akan dibangunkan huntap harus benar-benar clear and clean, aman, jangan bermasalah, seperti lahan HGB di lokasi pembangunan Huntap Talise.

“Olehnya saya meminta kepada bagian hukum untuk membentuk Tim Percepatan soal keberadaan tanah di sejumlah wilayah yang akan dibangun huntap, terutama pada lahan HGB tersebut,” katanya.

Kata dia, pekerjaan pembangunan huntap hanya sampai akhir 2020, sedangkan pada 2021 konsentrasi menuju rehab rekon penguatan ekonomi.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas