Home Palu

Bandara Mutiara Beroperasi Terbatas

96
BAHAS TRANSPORTASI - Gubernur H Longki Djanggola memimpin rapat dihadiri unsur Forkopimda Sulteng, pimpinan OPD Sulteng, bandara Mutiara Sis Aljufri dan maskapai di Ruang Polibu kantor Gubernur, Jumat 29 Mei 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)
  • Buka Mulai 8 Juni, Penerbangan Hanya Sekali Sehari

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulteng membolehkan penerbangan komersil di semua bandara di Sulteng mulai 1 Juni 2020 namun dengan terbatas. Ada sejumlah ketentuan dan pengetatan yang harus dipenuhi baik oleh bandara, maskapai, dan calon penumpang. 

Hal ini diputuskan dalam rapat yang dipimpin Gubernur Sulteng H Longki Djanggola bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), pimpinan SKPD Sulteng, kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri, serta pimpinan maskapai penerbangan di ruang Polibu kantor Gubernur Sulteng, Jumat 29 Mei 2020.

Rapat tersebut membahas tiga agenda yakni status darurat nasional sesuai Keppres No 12 Tahun 2020, operasional bandara di Sulteng, serta surat edaran Menkes, Mendagri, dan Mepan RB tentang penerapan New Normal. Namun rapat tersebut lebih banyak membahas tentang operasional bandara.

Dalam rapat tersebut Gubenur mengutip hasil kasus positif Covid-19 di Sulteng, dimana sampai tanggal 28 Mei 2020 sebanyak 126 orang positif. Sehari sebelumnya tercatat 120 orang positif.
”Ini artinya di Sulteng masih terjadi penambahan kasus positif meski tidak signifikan,” kata Gubernur. 

Gubernur mengaku khawatir bila bandara dibuka mulai 1 Juni, dengan melihat kasus di daerah lain. Misalnya meskipun sudah ada pengetatan keharusan melampirkan dokumen kesehatan, namun terjadi manipulasi.

”Sudah terbukti di Bali ada pemalsuan SKIM, ini yang saya khawatirkan,” kata Gubernur. 

Selain masih adanya peningkatan kasus positif, itu Gubernur juga mengatakan adanya maskapai yang bermasalah. Karena itu Gubernur mengusulkan operasional bandara yang sedianya dimulai tanggal 1 Juni, ditunda sampai tanggal 8 Juni.

Sehingga ada kesempatan bagi pihak bandara dan maskapai untuk melakukan semua persiapan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang syarat-syarat menggunakan jasa penerbangan dengan protokol kesehatan.

Namun usulan yang berkembang dalam rapat agar penerbangan dapat dibuka sesuai rencana tetapi terbatas. Artinya hanya khusus untuk maskapai yang benar-benar siap, serta volume penerbangan dibatasi dalam sehari satu kali penerbangan.

Baik Gubernur maupun peserta rapat lainnya menyetujui usulan Danrem 132 Tadulako Kolonel (inf) Agus Sasmita, agar penerbangan dibatasi dalam sehari satu kali penerbangan, serta hanya untuk maskapai yang benar-benar siap.

‘’Bandara di Sulteng boleh beroperasi dengan sangat terbatas, baik rute maupun maskapai,’’ kata Gubernur.

Maskapai yang siap melayani penerbangan komersil di Bandara Mutiara Sis Aljufri hanya Garuda. Maskapai itu akan melayani penerbangan empat kali dalam seminggu, atau sehari satu kali penerbangan di sore hari.

Sedangkan maskapai Lion Air, berdasarkan keterangan pihak perwakilannya, Gubernur mengatakan belum siap.

‘’Bukan berarti hanya Garuda diizinkan, semua diizinkan tapi kalau sudah siap, hanya Garuda yang siap. Jadi kita sepakat dengan pembatasan-pembatasan,’’ kata Gubernur.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas