Home Palu

Sulteng Perlu Rapid Test Massal

137
BERI PENJELASAN - Juru Bicara Teknis Gugus Tugas Penangan Covid -19 Sulteng, dr. Jumriani saat memberikan keterangan. (Foto: Humas Pemprov)
  • Wali Kota Palu Tak Setuju Dilakukan di Pasar

Palu, Metrosulawesi.id – Langkah Dinas Kesehatan Sulteng untuk melakukan rapid test di tempat umum di Kota Palu tidak mendapat dukungan penuh dari Pemkot Palu. Wali Kota Palu, Hidayat mengaku tidak sependapat bila rapid test itu dilakukan di pasar-pasar tradisional di Palu.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Teknis Gugus Tugas Penangan Covid -19 Sulteng, dr. Jumriani mengatakan, bahwa rapid test massal dilakukan di daerah-daerah yang penyebaran Covid-19 sudah transmisi lokal. Di Sulteng ada tiga daerah yang sudah transmisi lokal, yakni: Kota Palu, Poso dan Buol. “Sehingga Gugus Tugas Covid Provinsi perlu memberikan dukungan dalam melakukan rapid test di daerah dimaksud,” kata dr Jumriani dalam siaran persnya yang diterima Metrosulawesi, Kamis 28 Mei 2020.

dr Jumriani mengatakan, yang menyatakan ketiga daerah tersebut masuk zona transmisi lokal adalah hasil penelitian Epidemologi yang dilakukan oleh daerah tersebut dalam hal ini Dinkes Kota Palu, Poso dan Buol yang dilaporkan ke Pusat, sehingga atas hasil penelitian tersebut, pusat menetapkan daerah tersebut ditetapkan sebagai daerah zona transmisi lokal. 

dr Jumriani mengatakan, melihat penyebaran Covid-19 di Sulteng maka perlu dilakukan rapid test secara masiv.

“Syukur beberapa daerah sudah melaksanakan rapid test secara masiv seperti Buol, Tolitoli, Poso, Parigi Moutong dan beberapa daerah lainnya, dan Gugus Tugas Provinsi mensuport pelaksanaannya,” katanya.

dr Jumriani menyatakan, keliru, bila ada anggapan bahwa Dinkes Provinsi melakukan intervensi terhadap Kota Palu untuk melakukan rapid test masiv.

“Kalau ada daerah seperti Kota Palu tidak sependapat dengan hal tersebut, yang menyatakan Kota Palu sudah transmisi lokal sebaiknya disampaikan  kepada Kementrian Kesehatan,” katanya.

dr Jumriani membenarkan terhadap daerah yang masuk transmisi lokal, Buol, Poso dan Kota Palu diimbau untuk melakukan rapid test secara masiv, bukan hanya Kota Palu.

“Yang kita takutkan adalah OTG (orang tanpa gejala) yang akan menjadi penyebab penularan, sehingga dikhawatirkan akan terjadi penularan yang sangat besar,” jelasnya.

dr. Jumriani menegaskan bahwa pelaksanaan rapid test akan didukung sepenuhnya oleh Gugus Tugas Covid -19 Provinsi Sulteng.

Terpisah, Wali Kota Palu Hidayat menegaskan pihaknya tidak akan melibatkan diri atas rencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulteng melakukan rapid test massal di Kota Palu. Terlebih jika dilakukan di pasar-pasar tradisional.

“Kalau Dinkes Sulteng tetap melaksanakan itu di pasar, maka kami tidak akan melibatkan diri,” kata Hidayat dalam rapat koordinasi tentang masa status keadaan tertentu darurat bencana Covid 19 Kota Palu, Rabu, 27 Mei 2020 di Kantor Wali Kota Palu.

Hidayat mengaku telah mendapat informasi bahwa Dinkes Sulteng berencana melakukan rapid test massal dengan menyasar pedagang di pasar. Baik pasar Inpres Manonda maupun Masomba.

Dia berpendapat, mental masyarakat,  khususnya pedagang tidak siap dengan test massal ini. Apalagi, jika masyarakat nantinya mengetahui hasil rapid tesnya reaktif dan menganggap itu positif Covid-19.

“Niat ini baik, tapi kami khawatir jika dilakukan ini justru bisa memicu keributan dan kekacauan. Siapa yang mau bertanggung jawab kalau terjadi?,” ucapnya.

Namun sebaliknya kata Hidayat, pihaknya akan mendukung penuh langkah tersebut jika rapid test dilakukan di pos-pos perbatasan pintu masuk ke Kota Palu. Sebab, ini bisa berjalan seiring dengan pola penanganan yang dilaksanakan gugus tugas Covid-19.

“Lebih baik alat rapid test itu digunakan di pintu masuk atau zona-zona rawan Covid-19 di Palu,” demikian Hidayat.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RS Anutapura Palu, dr Heri sependapat dengan itu.

Sebelumnya diberitakan, Rapat koordinasi terkait penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19 digelar bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Sekdaprov Sulteng) dan Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, Reny Lamadjido dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bartholomeus Tandigala, Selasa 26 Mei 2020.

Beberapa hal penting mengemuka dalam rapat yang digelar di ruang kerja Sekdaprov Sulteng ini sekaitan upaya penanganan Covid-19.

Misalnya rencana Gugus Tugas Covid-19 tingkat provinsi untuk melakukan rapid tes massal di Kota Palu. Sebagai salah satu langkah percepatan penanggulangan wabah ini.

Rencana ini dikemukakan Hidayat Lamakarate selaku Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Sulteng. Dia mengatakan rapid test massal ini harus dilaksanakan bersama Gugus Tugas Covid-19 Kota Palu.

“Saya meminta kepala dinas kesehatan provinsi selaku wakil sekretaris Gugus Tugas Covid mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik,” kata Hidayat.

Hidayat menambahkan rapid test massal di Palu perlu dilakukan secepatnya jika semua hal telah dipersiapkan.

“Kita Harus pastikan minggu ini kita sudah lakukan rapid test massal ini di Kota Palu,”
sebutnya. 

Reporter: Udin Salim, Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas