Home Ekonomi

Kebijakan Fiskal Sulteng Belum Maksimal

79
Hasanuddin Atjo. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kondisi kebijakan fiskal Sulawesi Tengah tahun 2019 dinilai belum maksimal mendorong kinerja ekonomi masyarakat.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Hasanuddin Atjo, berdasarkan APBD Sulteng tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp4,3 triliun dengan rincian belanja langsung sebesar Rp2,4 triliun dan belanja tidak langsung sebesar Rp1,8 trilun.

“Seharusnya idealnya dalam kebijakan fiskal belanja langsung kebih kecil dari belanja tidak langsung,” ungkap Hasanuddin, Minggu, 25 Mei.

Dia menjelaskan belanja langsung adalah kegiatan belanja daerah yang dianggarkan dan berhubungan secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah, terdiri belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Sedangkan belanja tidak langsung adalah kegiatan belanja daerah yang dianggarkan tidak memiliki hubungan langsung dengan program dan kegiatan.

Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai, bunga, subsidi hibah, bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan serta belanja tidak terduga. Ada dua faktor yang menyebabkan belanja langsung lebih besar dari belanja tidak langsung, pertama adalah regulasi Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Kewenangan Pemerintah Daerah.

“Regulasi itu menyebabkan urusan dibidang pendidikan khususnya pendidikan menengah atas, urusan pertambangan dan energi, urusan kelautan serta urusan kehutanan dilimpahkan ke provinsi,” jelasnya.

Faktor kedua yang menyebabkan belanja langsung lebih besar dari belanja tidak langsung yaitu pemulihan ekonomi Sulteng pascabencana gempa, tsunami dan liquifaksi yang terjadi pada 28 September 2018 ikut memperbesar belanja langsung antara lain untuk belanja infrastruktur kewenangan pemerintah yang harus dibangun atau diperbaiki.

“Karena itu diperlukan skenario, dan program kerja bagaimana keluar dari tantangan sebuah kemajuan, agar kiranya Provinsi Sulawesi Tengah saatnya nanti bisa menjadi bagian dari Indonesia Maju, dan Indonesia Hebat tahun 2045,” pungkas Hasanuddin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas