Home Sulteng

Lapas-Rutan Over Kapasitas 1.146 Orang

112
SIDAK - Kakanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, melakukan sidak ke Rutan Palu, Sabtu, 9 Mei dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di wilayah Sulteng sampai saat ini masih over kapasitas. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng mencatat over kapasitas hunian Lapas dan Rutan mencapai 63 persen atau 1.146 orang warga binaan.

“Total narapidana dan tahanan kita 2.966 orang, sementara kapasitas hunian lembaga pemasyarakatan hanya 1.820 orang. Itu artinya over kapasitas mencapai 63 persen,” ungkap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sulteng, Sunar Agus, di Palu, baru-baru ini.

Dia merincikan total narapdina berjumnlah 2.239 orang terdiri atas 2.106 laki-laki dan 133 perempuan. Sementara tahanan berjumlah 727 orang terdiri atas 692 laki-laki dan 35 perempuan.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, mengatakan angka over kapasitas sedikit berkurang dengan dibebaskannya sebagian napi melalui program asimilasi. Total napi yang mendapat asimilasi di wilayah Sulawesi Tengah sekitar 800 orang lebih.

Sementara itu, dari total jumlah napi di Sulteng, yang mendapat remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020 sebanyak 1.298 Napi. Lilik menjelaskan dari 1.298 Napi yang menerima remisi, sebanyak tiga orang akan bebas dalam waktu dekat.

“Tiga Napi dapat remisi RK II (pidana pokok habis), tinggal menjalani pidana tambahan (subsider),” ungkap Lilik kepada awak media usai melakukan peninjauan ke Lapas Palu, Minggu, 24 Mei 2020.

Remisi diberikan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, yang telah diubah menjadi PP Nomor 99 Tahun 2012 dan Keppres Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

Sayarat mutlak pemberian remisi kepada Napi yaitu telah menjalani masa hukuman minimal 6 bulan dan tentunya harus berkelakuan baik. Tapi meski berkelakuan baik namun belum menjalani hukuman selama 6 bulan, tidak bisa menerima remisi.

Adapun Napi yang mendapat remisi berasal dari Lapas Klas IIA Palu 378 orang, Lapas Klas IIB Luwuk 161 orang, Lapas Klas IIB Ampana 133 orang, dan Lapas Klas IIB Tolitoli 153 orang.

Selanjutnya Lapas Klas III Kolonodale 30 orang, Lapas III Leok 78 orang, Lapas Klas III Parigi 90 orang, Lapas Perempuan Klas III Palu 28 orang, LPKA Kelas II Palu 18 orang, Rutan Klas IIA Palu 131 orang, Rutan Klas IIB Donggala 44 orang, dan Rutas Klas IIB Poso 54 orang.

Para Napi itu mendapat pengurangan masa tahanan mulai dari 15 hari sampai dua bulan dan bebas pidana pokok.

“Kami berharap semua warga binaan dan jajaran Kemenkumham memaknai lebaran di tengah pandemi Covid-19 untuk meningkatkan kesabaran,” pungkas Lilik.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas