Home Sulteng

Faridah: Bangkit Dalam Optimisme Normal Baru

85
Faridah Lamarauna. (Foto: Dok)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejak 1959, tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yaitu hari nasional yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa Kebangkitan Nasional Indonesia.

Kebangkitan Nasional Indonesia adalah periode pada paruh pertama abad ke-20, di mana rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai “orang Indonesia”. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928).

Tanggal 20 Mei 2020, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang genap berusia 112 tahun. Akan tetapi pelaksanaannya tahun ini sedikit berbeda karena puncak peringatan Harkitnas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak dilaksanakan melalui upacara bendera yang melibatkan seluruh ASN. Hal ini dilakukan karena belum berakhirnya pandemi Covid-19 dimana salah satu upaya untuk memutus rantai penularannya dilakukan dengan senantiasa menjaga jarak interaksi secara phisik (physical distance).

Kadis Kominfo Provinsi Sulawesi Tengah, Faridah Lamarauna, menyampaikan bahwa sesuai Surat Menteri Komunikasi dan Informatika RI tentang pedoman penyelenggaraan dan sambutan Harkitnas 2020 menyebutkan bahwa tema Harkitnas 2020 adalah “Bangkit dalam Optimisme Normal Baru”.

“Senada dengan tema tersebut diharapkan Harkitnas dapat menjadi momentum bagi kita sebagai bangsa untuk bersatu padu memutus rantai penularan Covid-19,” ucap Faridah di Palu baru-baru ini.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tujuan peringatan 112 tahun Kebangkitan Nasional tahun 2020 adalah untuk memelihara, menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong royong sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan.

“Tujuannya untuk mempercepat pulihnya bangsa kita dari pandemi covid-19 dalam semangat bangkit dalam optimisme normal baru,” pungkas Faridah.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas