Home Palu

Mahasiswa Kedokteran Dievaluasi Akhir Semester Tiga

132
ILUSTRASI - Mahasiswa kedokteran. (Foto: Ist)
  • Sistem DO akan diterapkan mulai Mahasiswa Angkatan 2020/2021

Palu, Metrosulawesi.id – Menyikapi  kesan kurang baik  di masyarakat terkait dengan evaluasi mahasiswa Fakultas Kedokteran yang tidak berjalan, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako,   mulai tahun ajaran 2020/2021 akan dilakukan evaluasi secara ketat dan berjenjang.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran, Universtas Tadulako, Dr. dr Muhammad Ardi Munir, Sp.OT., M.Kes., MH., FICS, menuturkan, evaluasi pertama dilakukan pada akhir semester tiga. Mahasiswa yang IPK kurang dari 2,0 tidak akan diberi kesempatan untuk lanjut dan akan diminta untuk pindah ke FK lain di Indonesia, atau pindah ke fakultas lain dalam lingkungan Universitas Tadulako.

Menurut dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatology ini, evaluasi ini dilakukan agar lebih awal bisa diketahui siapa di antara mereka yang tidak bisa meneruskan pendidikannya di Fakultas Kedokteran.

 “Kalau saya, lebih baik drop out di awal, jangan di pertengahan sehingga peluang melanjutkan studi di FK lain atau fakultas lain lebih besar, jangan setelah jalan di semester atas”, tutur Muh. Ardi kepada Metrosulawesi.id, saat dikonfirmasi Senin (25/05/2020).

Ardi Munir, Doktor di bidang Perencanaan Kesehatan Sosial ini, mengungkapkan  pengalaman selama ini, ada beberapa yang kesulitan dalam perjalanan studinya, karena tidak pernah dilakukan evaluasi.

Ada kesan, lanjut Ardi Munir, pihak fakultas   masa bodoh sehingga mampu atau tidak mampu dibiarkan saja jalan apa adanya. Ini calon dokter tidak bisa asal-asalan karena akan memberi dampak jangka panjang. Di samping itu, jangan ada kesan bahwa masuk di FK Untad yang penting ada yang dikenal.

“Maaf, ini tidak boleh dibiarkan berkembang, dan kami akan evaluasi benar-benar pada akhir semester tiga, demi menjaga nama baik Fakultas Kedokteran”, kata Ardi Munir dengan mimik serius.

Ketika ditanya perihal fasilitas FK, Ardi Munir mengatakan, pada dasarnya cukup, namun kalau berbicara perihal kebutuhan yang lebih baik demi pendidikan yang paripuran, masih dibutuhkan tambahan sarana, tetapi tentu dengan dukungan dari orang tua mahasiswa.

Namun jika ada kebijakan hal itu tidak dimungkinkan, maka kami terima dan kami akan tetap memberi layanan maksimal mungkin kepada mahasiswa. Tentu saja makin hari akan melakukan pembenahan yang semakin ketat, termasuk dalam hal pelaksanaan evaluasi pada akhir semester tiga.

‘’Jika pada akhir semester tiga IPK minimal yang dipersyaratkan tidak mampu dicapai oleh mahasiswa, maka kami dosen sepakat untuk tidak memberi toleransi. Ini perlu kami sampaikan, tegas Ardi Munir.

Ketegasan ini dilakukan,  agar jangan kuliah di Fakultas Kedokteran dianggap yang penting sudah masuk, dan bukan karena kesungguhan.

 “Maaf, tidak ada faktor lain yang bisa diandalkan untuk menyelamatkan dari evaluasi, kecuali hanya faktor kesungguhan. Mau kuliah di FK, kekuatan utama adalah akademik karena dokter akan berhadapan dengan manusia,” tegasnya berulang-ulang.

Ayo tulis komentar cerdas