Home Palu

Perlunya Mengkaji dan Menelaah Alqur’an

Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. Zainal Abidin. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Tak terasa Ramadan sudah memasuki malam ke-17. Di malam ke-17 inilah, pertama kali Alqur’an diturunkan. Yang kemudian diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an.

Mengapa Allah menurunkan Alqur’an? “Subtansi Alqur’an ingin melakukan perubahan besar dalam membangun perdaban umat manusia, sehingga kemaslahatan kedamaian dan ketenteraman terwujud di bumi sebelum merasakan hakekatnya di akhirat nanti,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof Dr Zainal Abidin saat dihubungi, Ahad 10 Mei 2020.

Zainal mengungkapkan, Ramadan menjadi luar biasa, mulia dan agung, kerena Alqur’an diturunkan pada bulan tersebut. Sehingga Alqur’an dan Ramadan tidak bisa dipisahkan, karena kemuliaan dan kesucian serta berbagai keutamaan bulan Ramadan karena Alqur’an.

“Ayat pertama adalah iqra sebuah perintah yang ingin mengubah kebiasaan masyarakat Arab, yang gemar dan bangga menghafal. Bahkan kepandaian tulis baca adalah suatu kehinaan. Menurut membaca adalah awal dari sebuah perubahan peradaban manusia,” ujarnya.

Kata Zainal, untuk mencapai derajat taqwa maka Alqur’an, baiknya untuk dibaca, tetapi jauh lebih baik bila dibaca sekalian dikaji, dan ditelaah apa sesungguhnya yang diinginkan oleh Alqur’an.

“Karena setiap yang membaca bisa melahirkan pandangan dan pendapat baru yang intinya bisa mendekatkan diri kepada Allah Swt. Sehingga orang bertaqwa itu cirinya, antara lain merasa Tuhan selalu hadir bukan sekadar ada, tetapi itu karena info Alqur’an yang hasil bacaan telaah dan kajian,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas