Petugas dari Polres Palu dan Polsek Palu Barat melakukan pengamanan saat pemberangkatan mobil ambulans yang membawa jenazah pasien PDP yangmeninggal, Sabtu (9/5/2020) malam. (Foto: Ist)
  • drg Herry: Pasien PDP Rujukan dari RS Pasangkayu

Palu,  Metrosulawesi.id –  Dalam sehari, dua pasien dalam penanganan Covid-19 atau virus Corona di RSUD Anutapura Palu, meninggal. Setelah balita perempuan, kini satu lagi pasien diduga terkonfirmasi virus Corona yang di isolasi di RSUD Anutapura, meninggal Sabtu (9/5/2020) malam.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di RSUD Anutapura Palu, merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit Pasangkayu, Sulawesi Barat. Pasien diketahui berinisial HT, usia 70 tahun, beralamat di Mamuju, Sulawesi Barat,

Plt Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, saat dikonfirmasi Metrosulawesi.id, membenarkan satu PDP  yang sudah dua hari dirawat pada ruang isolasi wafat pukul 19.00 Wita, dan jenazahnya sudah dimakamkan di Pekuburan Umum Kelurahan Poboya, Kota Palu.

‘’PDP yang wafat malam ini, inisial HT, dari rujukan Pasangkayu. Latar belakang beliau saat ini PDP dan memiliki riwayat penyakit sesuai hasil rontgen pnemonia, dan juga hasil rapid testnya reaktif atau positif, ” jelas Herry.

Suasana pemakaman jenazah PDP yang meninggal di Pekuburan Kelurahan Poboya, Kota Palu, Sabtu (9/5/2020) malam. (Foto: Ist)

Soal hasil swab pasien, Herry menambahkan, pihaknya telah mengambil test swab terhadap bersangkutan. Kepastian apakah hasilnya positif atau negative, akan diketahui Senin (11/5/2020).

“Swab yang diperiksa dari Anutapura ada 12, termasuk dua pasien yang meninggal yakni balita perempuan dan pasien rujukan dari RS Pasangkayu,’’ urai Herry.

Sementara itu, Kapolsek Palu Barat, IPTU Umar,  saat dikonfirmasi soal pemakaman pasien PDP yang meninggal, juga membenarkan personel Polsek Palu Barat melakukan pengamanan di rumah sakit.

“Sedangkan terkait prosesi pemakanan dilakukan personel dari Polres Palu bersama tim medis Covid-19 dari RSUD Anutapura Palu,’’ ujar Umar.

Reporter: Moh. Fadel, Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas