Home Palu

Pemkot Diminta Tunda Penertiban Pedagang di Tavanjuka

180
Sekretaris Kerukunan Pedagang Pasar Tavanjuka, Edy. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota Palu kini terus berupaya memperbaiki tata kota guna mewujudkan Palu Save and Green, salah satu rencana penertiban Pasar Modern Tavanjuka pada Bulan Suci Ramadhan 2020 .

Pasalnya, saat ini banyak pedagang yang mendirikan lapak/pasar bayangan di tepi Jalan Gusti Ngurah Rai. Kondisi ini tentunya mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membuat penataan Kota Palu terlihat semrawut.

Pemerintah tidak akan mungkin mampu bekerja sendiri mewujudkan kebersihan kota, sehingga menuntut kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya mewujudkan palu sebagai kota yang bersih dan teratur.

Pasar Modern Tavanjuka mulai dibangun pada 2008 dan selesai pada 2010, dengan total anggaran sebesar senilai Rp 9,5 miliar yang bersumber dari APBNP Palu  serta dana penyertaan APBD Palu.

Kondisi Pasar Modern Tavanjuka saat ini memang tampak tidak terawat. Banyak sampah berserakan, dan tampak kerusakan bangunan akibat gempa bumi, September 2018 silam yang belum diperbaiki. Kondisi ini menyebabkan masyarakat enggan berbelanja di dalam pasar dan tingkat kunjungan pembeli terus menurun dari tahun ke tahun. Pedagang pun merugi, sehingga mereka memilih berjualan di luar areal pasar untuk memudahkan transaksi dengan pembeli.

Alasan pedagang memilih berjualan di luar, selain memudahkan transaksi jual beli, juga untuk menghindari kontak langsung dengan para pengunjung apabila berdesakan di dalam lokasi pasar selama masa pandemi Covid-19.

Sekretaris Kerukunan Pedagang Pasar Tavanjuka Edy, kepada media ini, Rabu, 6 Mei 2020, mengatakan, pihaknya mendukung Pemerintah Kota Palu melakukan penertiban pedagang di Pasar Modern Tavanjuka demi tercapainya tata kota yang bersih dan indah.

Hanya saja, kata Edi, di tengah pandemik corona saat ini, sebaiknya rencana tersebut ditunda dulu. Pertimbangan utamanya, kondisi bangunan fisik Pasar Tavanjuka rusak dan belum layak digunakan pedagang akibat gempa bumi, 28 September 2018 silam.

“Selain itu, kondisi lapak para pendagang yang berdekatan tidak memungkinkan, karena memperhatikan imbauan  pemerintah untuk physical distancing di area lapak dalam pasar guna memutus rantai penularan Covid 19,” ucapnya.

Menurutnya, reaksi tersebut sebagai bentuk kekhawatiran akan keselamatan para pedagang terhadap kondisi fisik bangunan pasar yang tidak layak. Penertiban pedagang pasar akan mempengaruhi penghasilan ditambah dengan adanya dampak wabah virus corona.

Kerukunan Pedagang Pasar Tavanjuka saat ini beranggotakan 30 pedagang, dan masih tetap berjualan pada lapak sekitar bangunan induk Pasar Tavanjuka. Mereka menuntut Pemkot Palu segera melakukan perbaikan bangunan fisik Pasar Modern Tavanjuka. Kerukunan Pedagang Pasar Tavanjuka juga mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran covid-19. Dia berharap rencana penertiban pedagang Pasar Modern Tavanjuka dilakukan setelah bulan suci Ramadan 1441 H.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas