Home Buol

Longki Pastikan Setujui Usulan PSBB

672
MENCEGAH CORONA - Beginilah suasana di perbatasan Kabupaten Buol dengan Gorontalo. Sejak pendemi Covid-19, perbatasan ini dipasangi portal dan dijaga selama 24 jam. (Foto: Kominfo Buol)
  • Pemprov Akan Bantu Buol Rp3 Miliar

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur H Longki Djanggola memastikan ia akan menyetujui usulan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kabupaten/kota Sulawesi Tengah (Sulteng). Saat ini, ada dua kabupaten yang berencana akan mengusulkan PSBB yaitu Kabupaten Buol dan Banggai.

“Sebagai pemerintah provinsi perpanjangan pemerintah pusat, saya akan langsung meneruskan usulan PSBB ke pusat, tidak lagi mengkaji dan menganalisa. Kalau hari ini masuk usulan, hari ini juga kami teruskan ke Kemenkes, pakai PDF file,” ungkap gubernur di Palu, Selasa, 5 Mei 2020.

Gubernur mengatakan pengkajian dan analisa terhadap usulan PSBB akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kemenkes yang akan memutuskan suatu daerah layak dan tidaknya menerapkan PSBB. Longki menilai penerapan PSBB bisa mengendalikan Covid-19 dengan cepat.

Seperti diketahui, PSBB sendiri merupakan langkah pamungkas untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) semakin meluas. Kebijakan tersebut mengharuskan masyarakat agar tetap di rumah dan mengurangi aktivitas di luar.

Pembatasan dilakukan dengan menutup sekolah dan perkantoran, pembatasan aktivitas keagamaan, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan fasilitas umum. Sementara tempat atau toko penjualan kebutuhan logistik dan apotek tetap dibuka.

Longki menjelaskan ada beberapa syarat yang harus terpenuhi untuk mengusulkan PSBB. Syarat tersebut antara lain peningkatan jumlah kasus atau kematian dalam kurun waktu tertentu, penyebaran kasus secara cepat, dan ada bukti terjadi transmisi lokal. Hal yang penting yaitu pemeritah kabupaten/kota harus menghitung ketersediaan kebutuhan hidup dasar bagi masyarakat.

“Jadi kalau itu sudah terpenuhi, saya tidak akan menghambat. Asal ada usulan darimana saja, apakah itu Buol atau Banggai, saya akan langsung teruskan ke Kemenkes. Biarlah Kemenkes yang menilai apakah sudah memenuhi syarat atau tidak,” ujar Longki.

“Tapi sebenarnya kita ini sudah kayak PSBB juga, cuma belum secara tegas, seperti pembatasan jam malam dan pengetatan belum secara hukum, karena sekarang baru sekadar imbauan,” tambahnya.

Namun demikian kata gubernur, Pemprov Sulteng belum menerima usulan PSBB dari kabupaten/kota di Sulteng. Gubernur mengaku hanya sebatas mendengar informasi Kabupaten Buol dan Banggai, yang berencana akan menerapkan PSBB.

Khusus untuk Kabupaten Buol, Pemprov Sulteng dikatakan sudah menyiapkan bantuan sosial mencapai Rp3 miliar. Namun bantuan tersebut bukan dalam rangka membantu Buol yang akan menerapkan PSBB.

“Bantuan itu social safety net sebagai tanggung jawab kami bagi masyarakat Buol yang tidak masuk dalam daftar penerima manfaat PKH, DTKS, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT),” pungkas Longki.

Palu, Metrosulawesi.id – Kabupaten Buol menjadi penyumbang terbanyak kasus positif Corona di Sulteng. Berdasarkan data Pusdatina Covid-19 Sulteng, Selasa 5 Mei 2020, Sulteng ketambahan 11 kasus. 10 di antaranya dari Buol.

“Total positif Corona di Sulteng hingga Selasa 5 Mei 2020, sebanyak 70 kasus,” kata Juru Bicara Juru Bicara Pusdatina Covid 19 Pemprov Sulteng Haris Kariming, dalam siran persnya yang diterima Metrosulawesi, Selasa 5 Mei 2020.

Haris mengatakan, ketambahan 11 kasus corona di Sulteng, berasal dari dua kabupaten. Yakni Kabupaten Buol dan Tolitoli. “10 kasus dirawat pada Rusunawa Pemda Buol, satu kasus dirawat di RSUD Tolitoli,” kata Haris.

Jumlah positif Corona di Buol kini mencapai 29 kasus. Kemudian menyusul Kota Palu 16 kasus, Morowali 12 kasus, Poso enam kasus. Parigi Moutong dan Sigi masing-masing tiga, dan Tolitoli satu.

Selanjutnya katanya, untuk status orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 154 orang. Sementara ODP baru sebanyak 4 orang. Selesai menjalani ODP sebanyak 18 orang.

“18 orang ini dinyatakan sehat oleh tim medis,” katanya.

Sementara PDP (pasien dalam pengawasan) sebanyak 41 orang, PDP baru tiga orang, dan selesai PDP dan dinyakan sehat oleh tim medis sebanyak sembilan orang.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulteng untuk berpartisipasi mendukung tim Surveilance dinkes kab/kota dalam pelaksanaan tracking riwayat kluster yang terkonfirmasi positif guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” pungkasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas