Home Parigi Moutong

Disdikbud Parimo Alihkan Dua Kegiatan Untuk Penanganan Covid-19

Adrudin Nur. (Foto: Ist)

Parimo, Metrosulawesi.id  – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dalam penanganan pandemi Covid-19 atau virus Corona di Wilayah Kabupaten Parimo, salah satunya dengan mengalihkan dana di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke pananganan Covid-19.

Salah satu OPD yang memangkas atau mengalihkan dana untuk ke penanganan Covid-19 yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo. Sedikitnya dua kegiatan dipangkas yakni perjalan dinas pegawai serta dana stunting.

Kepala Dinas Disdikbud Parimo, Adrudin Nur mengungkapkan, pihaknya memangkas dua kegiatan tahun 2020 ini, untuk penanganan COVID-19. Dari dua kegiatan yang dipangkas, untuk pemotongan dana Stunting saat ini pihaknya belum mengetahui porsinya untuk pembelanja apa. Hanya saja, dana itu memang dikhususkan untuk penanganan COVID-19 dan tidak boleh dialihkan.

“Untuk diketahui, dana itu saat ini ditahan oleh badan anggaran dan pihak keuangan. Tetapi berdasarkan informasi yang kami peroleh, dana tersebut sepenuhnya akan dikelola oleh dinas dalam pembiayaan sejumlah kebutuhan di satuan pendidikan berupa pengadaan hand sanitizer, tempat pencuci tangan, cairan disinfektan serta beberapa kebutuhan lainnya untuk penanganan COVID 19,” terang Adrudin.

Dijelaskan Adrudin,  sejauh ini yang baru memiliki surat edaran resmi anggarannya dialihkan baru dua kegiatan tersebut, sementara kegiatan lainnya masih sebatas penyampaian lisan.  Direncanakan pemotongan anggaran Dana Alokasi umum sebesar pagu masing-masing organisasi perangkat daerah ( OPD) berdasarkan edaran Mentri dalam negeri.

Adrudin berharap, agar dalam pengurangan dana di OPD harus melakukan koordinasi dengan dinas terkait, sehingga diketahui kegiatan mana saja yang sudah jalan dan mana yang belum. Sebab, sebelum ada COVID-19 beberapa kegiatan dari bulan Januari telah dilaksanakan. pihaknya khawatir jangan sampai dana kegiatan sudah jalan ikut terpangkas dalam pergeseran tersebut.

“Selaku Kadis Dikbud Parimo saya menegaskan, agar jangan main pangkas tanpa ada pemberitahuan. Sebelum melakukan Pemangkasan di OPD harus ada pemberitahuan. Apalagi  pemotongan anggaran tersebut belum ada pula surat resmi dari Bappelitbangda Parimo,” tutup Adrudin. (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas