Home Sulteng

Jemaah Haji Diimbau Belajar Manasik Online

Lutfi Yunus. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulteng, H Lutfi Yunus, mengatakan, untuk manasik haji di masa pademi Covid-19 pemerintah mengalihkanya secara online. Untuk itu, Dirjen Haji Kemenag RI telah menyiapkan panduan atau tutorial manasik online tersebut lewat link haji.kemenag.go.id.

“Kemudian bagi jemaah haji yang berada di daerah terpencil yang tidak miliki android atau terbatas mengakses jaringan internet, disarankan melakukan upaya, misalnya meminjam kepada cucu atau anaknya serta keluarganya yang memiliki sarana online,” ujar Lutfi, melalui ponselnya, Senin, 4 Mei 2020.

Kata Lutfi, peran dari Kepala Kantor Urasan Agama (KUA) di kecamatan sangat diharapkan untuk memberikan bimbingan manasik haji secara online kepada jemaah haji yang tahun ini akan berangkat.

“Selain itu juga manasik haji dapat dilihat lewat siaran TVRI pusat, sebab Dirjen Haji itu bekerjasama dengan TVRI,” jelasnya.

Sementara itu terkait persiapan haji saat ini, Lutfi mengatakan, tetap berjalan. Untuk pelunasan biaya haji tahap pertama telah berakhir pada 30 April, dengan jumlah jemaah haji yang berhasil melunasi sebanyak 83 persen, dari total kuota 1.993 jemaah provinsi Sulteng. Sementara itu untuk tahap kedua akan dibuka pada 12-20 Mei 2020.

“Pelunasan tahap dua itu diperuntukan kepada jemaah haji yang berhak lunas tahap pertama, serta yang mengalami gagal sistem pada saat pelunasan, penggabungan mahram, pendamping lansia, serta pendamping jemaah haji disabilitas. Hal  itu sebagaimana diatur dalam Keputusan Dirjen PHU No. 160 Tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan biaya perjalanan ibadah haji reguler Tahun 1441 H/ 2020 M,” ujarnya.

Lutfi mengimbau, para jemaah haji rajin membuka link haji.kemenag.go.id, untuk belajar manasik tersebut.

“Selain itu tetap berharap Insyaallah wabah Covid-19 ini bisa berakhir, sehingga nantinya pemerintah Indonesia dan Arab Saudi bisa memutuskan jadi atau tidaknya haji tahun ini, sebab untuk kepastian batal haji itu belum ada, kemungkinan sesuai informasi penyampaian dari pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji tahun ini yaitu akhir Ramadan,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas