Syamsul Saifudin. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)
  • Berlaku Bagi Pedagang dan Pembeli di Pasar

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Syamsul Saifuddin mengatakan tingkat kepatuhan pedagang dan masyarakat mengenakan masker saat ke pasar sudah cukup baik.

Dalam beberapa kali pemantauan, khususnya di Pasar Inpres Manonda dan Pasar Tradisional Masomba, sebagian besar pedagang dan pembeli sudah mengenakan masker saat melakukan transaksi jual beli.

“Hasil evaluasi petugas di lapangan,  khususnya di beberapa pasar, sebagian pedagang dan konsumen sudah mematuhi penggunaan masker,”kata Syamsul Saifuddin, dalam press conference update data Covid-19,  Sabtu malam, 2 Mei 2020 di Posko Induk Satgas Pengendalian dan Pemantauan Covid-19 Baruga Lapangan Vatulemo.

Namun untuk menggiatkan penggunaan masker ini, pihaknya tegas Syamsul akan memberi teguran bagi orang-orang yang tidak menggunakannya ketika berada di area pasar dengan cara menyemprot air.

Penyemprotan air ini menurutnya akan mulai dilaksanakan Senin, 4 Mei 2020 pada 10 titik pasar yang tersebar di Kota Palu.

“Saya umumkan kepada para pedagang dan konsumen di 10 pasar khususnya pasar Manonda dan Masomba agar menggunakan masker. Kami akan melakukan pengecekan di setiap pintu masuk. Apabila ada yang tidak menggunakan masker akan kita semprot dengan air,”tekannya.

Dukungan masyarakat dalam menggunakan masker ujarnya sangat penting. Sebagai langkah nyata dala memutus penyebaran Covid 19.

“Dengan begitu kita dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 khususnya di pasar-pasar tradisional Kota Palu,”terang Syamsul.

Dalam kesempatan itu, Syamsul memastikan harga beras di pasar Manonda dan pasar tradisional Masomba masih relatif normal. Tak ada lonjakan harga yang berarti selama masa pandemi Covid 19.

Beberapa jenis beras terpantau dengan harga jual yang seragam oleh pedagang. Misalnya untuk jenis beras kepala, super win, bramo, cinta nur dan Santana.

“Rata-rata di pasar Manonda dan Masomba antara Rp8.500 sampai Rp 12.000. Jadi masih normal,”katanya.

Sedangkan untuk kebutuhan pokok lain, seperti tepung terigu dalam pantauan kata dia berada pada kisaran antara Rp8.600 hingga Rp10.400. Serta minyak goreng pada kisaran harga Rp13.200 sampai Rp14.900. Meski begitu, harga gula pasir menurutnya masih terpantau mahal di sejumlah titik. Akan tetapi hal ini tidak perlu dikawatirkan. Karena sudah terdapat beberapa retail yang menjual gula pasir dengan harga Rp12.500 perkilogram.

“Beberapa toko ritel sudah ada yang menjualnya dengan harga Rp12.500. Namun dibatasi 1 orang hanya bisa beli 2 kilogram,”ungkapnya. (*)

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas