Home Hukum & Kriminal

Polda Diminta Stop Pemeriksaan Sahrul

260
Ketua PWI Sulteng, Mahmud Matangara. (Foto: Ist)
  • PWI Sulteng Nilai Aduan Moch Soleh Sumir

Palu, Metrosulawesi.id – PWI Sulteng, Sulteng meminta Polda membatalkan atau menghentikan penyelidikan kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang tuduhkan kepada Sahrul alias Heru, wartawan media online sulawesi.com. Sebelumnya, Sahrul diadukan oleh Moch Sholeh yang tidak lain adalah Kapolres Palu atas tuduhan pelanggaran UU ITE.

Ketua PWI Sulteng, Mahmud Matangara, SH. MM menilai pemanggilan saudara Sahrul oleh penyidik Dirkrimsus Polda Sulteng adalah tidak tepat dan sumir. Sahrul diadukan karena isi chatnya di grup WA Mitra Polres Palu di mana dalam grup itu juga terdapat nama Kapolres Palu.

“PWI menilai chat tersebut merupakan bagian dari tugas jurnalistik dalam mencari informasi, seperti yang diatur dalam pasal 1 ayat (1) jo Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” kata Mahmud.

“Oleh karena itu PWI Sulteng meminta agar dugaan kasus yang dilaporkan Moch Saleh yang kesehariannya sebagai Kapolres Palu diadukan sebagai sengketa jurnalistik, seperti yang diatur dalam undang-undang Pers,” tambahnya.

Sebelumnya, berdasarkan surat panggilan yang dilayangkan Polda Sulteng, Sahrul akan menjalani pemeriksaan awal sebagai saksi pada hari ini, Senin 4 Mei 2020. PWI Sulteng secara kelembagaan meminta kepada Penyidik Reskrimsus Polda Sulteng yang dikomandani Kombes Pol Eko Sulistyo Basuki, S.Ik. SH. MH membatalkan pemeriksaan tersebut.

Direktur LBH Sulteng, Julianer Aditia Warman SH didampingi Ketua Divisi Pelayanan Hukum, Endi Sugianto SH menilai ada yang janggal dalam surat pemanggilan saudara Sahrul alias Heru. Dalam surat itu, tidak disebutkan pasal apa dari UU ITE itu yang disangkakan terhadap Sahrul.

Sehingga pihak LBH Sulteng menilai ada upaya dari pelapor membungkam saudara Sahrul dari apa yang diberitakan dalam media portal Sulawesi.com. Pasalnya pemberitaan Portal Sulawesi soal penggerebekan sabung ayam benar adanya, bukan hoax. Apalagi terlapor memiliki bukti audio visual dan keterangan saksi. Sehingga wajar Sahrul mempertanyakan sejauh mana penyidikan yang dilakukan Polres Palu dan Polres Palu harus transparan soal penanganan kasus, seperti instruksi Kapolri Jenderal Drs Idham Azis, M.Si.

Endi mengaku telah ditemui oleh beberapa oknum Polisi dan memintanya agar kasus Syahrul dengan Moch Sholeh diselesaikan dengan kekeluargaan, namun LBH Sulteng menyerahkan sepenuhnya pada Sahrul. (*)

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas