PROGRAM RUTIN - Aksi sosial yang dilakukan Kerukunan Warung Sari Laut Palu (KWLSP) dengan membagikan sebanyak 5.000 nasi kotak di sejumlah titik di Kota Palu, Sabtu 2 Mei 2020. (Foto: Ist)
  • Berbagi Rezeki ala KWSLP di Bulan Ramadan

Palu, Metrosulawesi.id – Selain menambah pahala dan ibadah di bulan Ramadan, nuansa yang tak kalah berbeda juga ditunjukkan oleh beberapa komponen masyarakat. Tak terkecuali Kerukunan Warung Sari Laut Palu (KWSLP)  yang juga ikut membagikan sebanyak 5.000 nasi kotak untuk masyarakat di Kota Palu, Sabtu 2 Mei 2020.

Ketua KWSLP, Bino A Juwarno mengatakan kegiatan tersebut merupakan program rutin yang dilaksanakan hampir setiap tahun di bulan suci Ramadan. Namun, ia mengungkapkan tahun ini sedikit berbeda dibandingkan dengan sebelumnya.

“Ini sedikit istimewa dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya membagikan 3.000 nasi kotak. Sekarang kita berikan sebanyak 5.000 lebih nasi kotak. Dimana adanya wabah pandemi Covid 19 yang menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama karena hal seperti itu harus diperbanyak oleh orang-orang yang peduli terhadap masyarakat kurang mampu khususnya dalam kondisi sekarang.

Lebih lanjut dia menjelaskan pembagian nasi kotak itu dilakukan di berbagai wilayah di Kota Palu.

“Kita mulai menyasar dari warga yang tinggal di Hunian sementara (Huntara), kemudian pondok pesantren Walisongo, pengendara roda dua dan empat yang melintas di Jalan Prof.Dr.Moh.Yamin, titik bundaran di Pasar Inpres Manonda, hingga para pemulung yang ada di TPA Kelurahan Kawatuna,” jelasnya.

Pihak KWSLP juga akan merencanakan kembali kegiatan yang sama mendekati hari lebaran. Selain itu, Bino mengharapkan di internal organisasi bisa mengadakan buka puasa bersama untuk menjaga tali silaturahmi di antara anggota. Begitu pula dengan semua pihak diminta untuk memberikan dukungan kepada masyarakat ditengah pandemi covid 19.

“Jumlah anggota KWSLP saat ini kurang lebih sekitar 600 sampai 700 usaha mas Joko yang tersebar di Kota Palu, Sigi, Donggala (Pasigala). Kami juga mengajak semua masyarakat untuk terus memberikan semangat  dan semoga masalah yang dihadapi sekarang cepat berlalu,” tuturnya.

Diungkapkannya, dampak dari akibat Covid 19 sangat luar biasa di segala sektor khususnya ekonomi. Apalagi, 30 anggota KWSLP menyatakan pulang kampung karena alasan momen berkumpul bersama keluarga di bulan puasa dan usaha warung lagi sepi.

“Mereka katakan dari pada di sini sepi, mending sekalian pulang kampung. Penurunan omset pendapatan setiap anggota  mencapai 50 sampai dengan 70 persen akibat wabah ini,” ujarnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas