Warga menyaksikan sisa-sia puing lapak dan ruko yang terbakar. Kebakaran yang terjadi di pasar rakyat Desa Keurea, Kecamatan Bahodpi, Morowali, ditaksir menelan kerugian 1,5 miliar. (Foto: Ist)
  • Delapan Lapak, Satu Ruko Ludes, Kerugian Ditaksir 1,5 M

Morowali, Metrosulawesi.id – Sedikitnya delapan lapak dan satu rumah toko (ruko) di kompleks pasar rakyat di Desa Keurea, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, ludes terbakar. Akibat amukan si jago merah tersebut, kerugian ditaksir mencapai 1,5 miliar.

Sabtu (2/5/2020) siang, tepatnya sekitar pukul 13.00 Wita, warga di sekitar pasar rakyat yang berada di poros jalan Desa Keurea, dibuat panik. Kepanikan warga lantaran salah satu lapak milik Mahmudin kepulan  asap yang disertai kobakaran api, Karuan saja, pemilik lapak lainnya yang bersebelahan dengan milik Mahmudin berhamburan keluar sembari menyelamatkan barang-barang dagangan.

Angin yang kencang menyebabkan kobaran api semakin membesar dan merembet ke lapak-lapak lainnya. Tidak saja lapak, ruko milik Muhlis pun tidak luput dari amukan si jago merah. Besarnya kobaran api, membuat para pemilik lapak dan ruko tidak dapat mengeluarkan barang-barang dagangan yang ada di dalam.

Kapolsek Bahodopi, Iptu Zulfan bersama anggota, mengamankan lokasi kejadian kebakaran. (Foto: Ist)

Tiga unit pemadam kebakaran milik PT IMIP tiba di lokasi kebakaran. Api dapat dipadamkan selama satu jam.

Kapolsek Bahodopi, IPTU Zulfan SH, menuturkan, pihaknya sampai ini masih melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran. Sejumlah warga, baik pemilik lapak dan ruko sudah dmintai keterangan.

‘’Meski menghanguskan sejumlah lapak dan saru ruko, kebakaran yang terjadi di areal PAsar Rakrat di Desa Keurea, tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian yang dialmi mencapai satu miliar lebih,’’ ujar Zulfan kepada Metrosulawesi.id. (*)

Reporter: Murad Mangge

Ayo tulis komentar cerdas