Home Ekonomi

Empat Hari Ramadan, Penjualan Takjil Sepi Pembeli

Pedagang takjil di Jalan Bantilan, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat yang mengeluhkan sepi pembeli ditengah ancaman pandemi. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Memasuki hari keempat Ramadan, penjualan takjil untuk berbuka puasa sepi pembeli.

Dewi, pedagang yang sehari-hari menjual dagangannya di Jalan Bantilan, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat mengungkapkan sepi pembeli selama mulai awal Ramadan. Harga kue yang dijualnya juga ikut menurun.

“Dulu harganya Rp6.000 per mika, sekarang sudah menurun drastis jadi kami kasih turun Rp5.000 per mika,” ucapnya, Selasa (28/4/2020).

Sementara itu, ia mengungkapkan omset yang sebelumnya ia dapatkan bisa mencapai Rp200 ribu per hari. Sedangkan, untuk sekarang ia hanya bisa meraup pendapatan Rp50 ribu.

“Adanya pandemi ini biar Rp50 ribu sudah susah sekali. Tujuh macam jajanan yang saya jual, selain itu ada es buah juga. Kalau kita tidak menjual mau dikasih makan apa anak-anak,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Siti, pedagang musiman takjil seperti kolak dan bubur mengaku pendapatannya turun. Dia mengatakan terkadang hasil penjualannya tidak menuai keuntungan.

“Saya jual kolak sudah banyak, tapi yang laku hanya beberapa saja. Apalagi jenis kolak seperti ini tidak bisa dijual lagi. Jangankan untung, mau dipakai modal esok harinya saja terkadang tidak cukup,” ujarnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas